APH dan Komisi II DPRD Dumai Diminta Periksa Riau Satrya Alamsyah Komisaris PDAM

- Penulis

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Dugaanuang puluhan juta rupiah untuk membatalkan rencana aksi unjuk rasa di kantor Perumdam Tirta Dumai Bersemai memicu sorotan publik.

Riau Satrya Alamsyah, yang menjabat sebagai Komisaris PDAM sekaligus Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai, kini menjadi perhatian dalam polemik tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya aliran dana dalam jumlah puluhan juta rupiah yang diduga digunakan untuk meredam aksi demonstrasi yang akan digelar oleh kelompok masyarakat GEMPA Dumai di kantor PDAM.

Aksi tersebut rencananya dilakukan sebagai bentuk protes atas sejumlah persoalan yang dinilai belum transparan dalam pengelolaan perusahaan daerah tersebut.

Isu yang diangkat dalam rencana aksi itu antara lain dugaan tidak optimalnya setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PDAM, penerapan tarif abonemen sebesar Rp20 ribu per bulan kepada pelanggan yang disebut – sebut mencapai sekitar 12 ribu pelanggan, hingga tuntutan agar dilakukan audit atau investigasi independen terhadap kinerja perusahaan air minum milik daerah itu.

Namun hingga kini, belum ada klarifikasi resmi mengenai sumber dana yang diduga digunakan untuk membatalkan aksi tersebut.

Publik mempertanyakan apakah uang tersebut berasal dari dana pribadi atau justru berasal dari sumber yang berkaitan dengan perusahaan daerah.

Persoalan ini menjadi semakin sensitif karena Riau Satrya Alamsyah memegang posisi ganda, yakni sebagai pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Dumai dan sekaligus komisaris di badan usaha milik daerah.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai tata kelola, konflik kepentingan, serta transparansi pengambilan kebijakan di lingkungan BUMD.

Sejumlah kalangan menilai, jika benar terdapat penggunaan dana untuk membatalkan aksi demonstrasi, maka hal itu harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Terlebih, perusahaan daerah merupakan entitas yang mengelola sumber daya publik dan berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, pengawasan terhadap BUMD juga merupakan bagian dari fungsi lembaga legislatif.

Dalam konteks ini, komisi II DPRD Dumai memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap sektor perekonomian daerah, termasuk kinerja dan tata kelola perusahaan daerah.

Komisi II memiliki fungsi penting dalam memastikan BUMD dikelola secara profesional, transparan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap PAD.

Oleh karena itu, sejumlah pihak mendorong agar komisi tersebut tidak tinggal diam terhadap polemik yang mencuat di PDAM Dumai.

Bukan hanya komisi II DPRD Dumai saja, kami berharap APH kota dumai di minta panggil Riau Satrya Alamsyah Komisaris PDAM untuk di mintai keterangan.

Pengawasan dapat dilakukan melalui pemanggilan pihak terkait, klarifikasi kepada manajemen perusahaan, hingga mendorong audit terhadap pengelolaan keuangan perusahaan daerah jika ditemukan indikasi penyimpangan.

Jika benar terdapat penggunaan dana yang tidak jelas sumbernya, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan serius, baik dari aspek tata kelola perusahaan daerah maupun dari sudut pandang hukum administrasi dan keuangan daerah.

Publik kini menunggu sikap tegas dari Komisi II DPRD Kota Dumai untuk memastikan bahwa pengelolaan BUMD di daerah berjalan secara akuntabel dan tidak menyisakan ruang bagi praktik-praktik yang merugikan kepentingan masyarakat.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi utama dalam pengelolaan perusahaan milik daerah, terlebih ketika pejabat publik juga terlibat dalam struktur pengawasan perusahaan tersebut.

Pengamat Ekonomi dan Pembangunan Muhammad Rian Mendorong agar Aparat Penegak Hukum (APH) dan Komisi II DPRD Dumai segera turun tangan,” Katanya.

Muhammad Rian menegaskan, aliran dana yang di keluarkan puluhan juta oleh Riau Satrya Alamsyah Komisaris PDAM untuk membatalkan aksi demo di PDAM beberapa waktu lalu diduga uang pribadi atau uang perusahaan,” Katanya.

Sampai saat ini publik masih bertanya tanya dan menunggu kepastianya uang puluhan juta rupiah yang diberikan untuk membatalkan aksi demo uang pribadi atau uang perusahaan,” Ucapa Muhammad Rian.

Penulis (Feri Windria)

Berita Terkait

Polsek Dumai Timur Kembali Sukses Ungkap Kasus Tindak Pidana Pencurian, Pelaku Diamankan Bersama Barang Bukti
279 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota H. Paisal, SKM, MARS: Berikan Khidmat Terbaik Untuk Dumai Kota Idaman
R.H Tak Berkutik Saat Tim Opsnal Polsek Dumai Timur Mencinduknya Terkait Dugaan Penggelapan
Babinsa Koramil 04/Rupat Gelar Komsos untuk Pererat Silaturahmi dan Tanamkan Nilai Pancasila
Patroli Karhutla Babinsa 04/Rupat Bersama Masyarakat Berjalan Aman dan Lancar
Polda Riau Berikan Penghargaan Kepada Satpam UIN Suska Riau yang Bantu Mahasiswi Korban Penusukan
Pengawasan PT.PHR Terhadap Perusahaan BUJP Area Utara di Pertanyakan
Pengawasan PT.PHR Terhadap Perusahaan BUJP Area Utara di Pertanyakan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 14:57 WIB

Polsek Dumai Timur Kembali Sukses Ungkap Kasus Tindak Pidana Pencurian, Pelaku Diamankan Bersama Barang Bukti

Jumat, 3 April 2026 - 13:42 WIB

279 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota H. Paisal, SKM, MARS: Berikan Khidmat Terbaik Untuk Dumai Kota Idaman

Jumat, 3 April 2026 - 12:57 WIB

APH dan Komisi II DPRD Dumai Diminta Periksa Riau Satrya Alamsyah Komisaris PDAM

Jumat, 3 April 2026 - 04:48 WIB

R.H Tak Berkutik Saat Tim Opsnal Polsek Dumai Timur Mencinduknya Terkait Dugaan Penggelapan

Jumat, 3 April 2026 - 04:41 WIB

Babinsa Koramil 04/Rupat Gelar Komsos untuk Pererat Silaturahmi dan Tanamkan Nilai Pancasila

Berita Terbaru