Willy Aditya: Pancasila di Rumahku, Gerakan Hadirkan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat

- Penulis

Senin, 24 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


JAKARTA
– Pancasila di Rumahku merupakan sebuah gerakan, ikhtiar, kerangka aksi, sekaligus metodologi dalam menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Hari ini sebenarnya bukan hanya launching buku. Buku ini hanya sebagai salah satu instrumen saja. Tapi yang ingin kami launching adalah Pancasila di Rumahku sebagai sebuah gerakan, ikhtiar, metodologi, dan kerangka aksi. Itu yang paling penting,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya, dalam Launching Buku Pancasila Di Rumahku, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/6).

Turut hadir memberikan orasi kebangsaan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dan kata sambutan dari Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.

Ideologi memiliki tiga elemen penting yakni view point, stand point, dan metode. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila sudah tidak perlu diragukan mengenai view dan stand pointnya. Dalam metodenya, menurut Willy, selama ini Pancasila lebih sering dihadirkan dengan pendekatan yang deduktif dan indoktrinasi.

Untuk itu, Willy bersama tim Bumi Pancasila ingin menghadirkan pendekatan lain yakni pendekatan induktif melalui narasi-narasi untuk membumikan Pancasila.

“Ketika revolusi mental hanya dijadikan seminar satu ke seminar yang lain, itu akan hilang ketika tidak menjadi movement kita bersama, ketika tidak menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

“Sebagai aktivis yang kebetulan skripsinya filsafat pemikiran Soekarno, dan kemudian diasuh oleh seorang yang punya pikiran luar biasa yaitu Bapak Surya Paloh, saya diajarkan untuk berpikir out of the box, untuk bertindak out of the box. Tidak biasa-biasa saja,” ujar Willy.

Salah satu upayanya adalah dengan menggelar lomba-lomba seperti karya tulis, siniar, komik, dan video dengan tema-tema Pancasila di kehidupan sehari-hari.

Willy juga mengaku resah dengan konten-konten yang disuguhkan di media sosial. Kebanyakan konten hanya memuat pornografi, horor, teror, dan hoaks.

“Saya kemudian berpikir. Kenapa kita nggak mencoba membuat pasokan konten. Untuk itulah kemudian pendekatan pola yang induktif ini digunakan melalui instrumen lomba,” jelasnya.

Narasi-narasi tersebut kemudian dihimpun menjadi bank narasi di website dan media sosial Bumi Pancasila untuk kemudian disebarluaskan.

“Ini ikhtiar kecil kita melalui kerangka metodologis dengan pendekatan partisipatori dan movement. Semoga generasi yang akan datang memiliki jiwa Pancasila yang benar-benar tumbuh dari bawah, bukan hanya Pancasila yang didiktekan. Semoga kita merayakan Pancasila hadir di tengah-tengah kita, di rumah kita,” tukas Willy. (dis/*)

Sumber : Partai NaSdem

Berita Terkait

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD
Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya
Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker
Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?
Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi
BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar
Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan
Atasi Kemacetan, Satlantas Polres Dumai Rekayasa Lalu Lintas Jalan Janur Kuning Selama Sepekan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi

Berita Terbaru