DUMAI – Pertarungan panjang yang diperjuangkan Aliansi Masyarakat Purnama Bersuara memasuki babak paling menentukan. Setelah dua kali menggelar aksi damai yang menyedot perhatian publik, hari ini seluruh mata tertuju pada ruang rapat utama DPRD Dumai, tempat digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan mempertemukan masyarakat, manajemen perusahaan, dan unsur pimpinan DPRD.
Momentum ini menjadi ujian nyata atas komitmen semua pihak. Masyarakat menegaskan tidak lagi menginginkan janji yang hanya berhenti di podium ataupun sekadar pernyataan lisan. Yang dituntut adalah kesepakatan tertulis yang memiliki kepastian, kejelasan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua DPRD Dumai, Agus Miswandi, S.A.B., didampingi anggota DPRD Edison, Orlando, Ikas Ibrahim, dan Juprida, sebelumnya telah menemui langsung massa aksi. Di hadapan para peserta aksi, Agus menyampaikan bahwa seluruh tuntutan masyarakat telah memperoleh respons positif dari pihak perusahaan.
«”Alhamdulillah, kesepakatan dengan perusahaan sudah OK,” ujar Agus Miswandi di hadapan massa aksi.»
Bagi Hendra Isolihin, selaku Koordinator Aliansi Masyarakat Purnama Bersuara, pernyataan tersebut belum menjadi garis akhir perjuangan. Ia menegaskan bahwa masyarakat hanya akan merasa tenang apabila seluruh kesepakatan dituangkan secara resmi dalam dokumen yang sah, ditandatangani seluruh pihak, serta memiliki kekuatan untuk dijadikan dasar pengawasan.
Menurutnya, pengalaman selama ini mengajarkan bahwa banyak komitmen berakhir tanpa realisasi. Karena itu, masyarakat memilih mengawal proses hingga seluruh hasil rapat benar-benar diwujudkan di lapangan.
Keseriusan DPRD Dumai dinilai terlihat dari komitmen unsur pimpinan dan anggota dewan untuk mengawal proses perjanjian sebagai saksi, sehingga pelaksanaan kesepakatan diharapkan berlangsung secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam RDP hari ini, Aliansi Masyarakat Purnama Bersuara akan kembali memperjuangkan tujuh poin yang menjadi aspirasi masyarakat, yakni:
1. Santunan bagi anak yatim di Kelurahan Purnama.
2. Santunan bagi kaum dhuafa di Kelurahan Purnama.
3. Bantuan bagi rumah ibadah berupa masjid dan musala.
4. Bantuan dana peringatan HUT Kemerdekaan RI untuk 25 RT di Kelurahan Purnama.
5. Bantuan dana kegiatan sosial LPMK Kelurahan Purnama.
6. Bantuan dana kegiatan kepemudaan Kelurahan Purnama.
7. Bantuan dana pelaksanaan MTQ Kelurahan Purnama.
Hendra Isolihin mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mengawal jalannya rapat dan tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, keberhasilan perjuangan bukan hanya diukur dari adanya kesepakatan, tetapi dari sejauh mana seluruh poin tersebut benar-benar direalisasikan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar terus menjaga kekompakan dan mengawasi implementasi hasil RDP secara bersama-sama. Baginya, pengawasan publik merupakan bagian penting agar setiap komitmen yang telah disepakati tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kelurahan Purnama.
“Perjuangan belum selesai. Kesepakatan harus dibuktikan dengan pelaksanaan yang nyata. Masyarakat akan terus mengawal hingga seluruh komitmen benar-benar terlaksana,” tegas Hendra Isolihin.
RDP hari ini dipandang sebagai momentum penting yang akan menentukan arah penyelesaian aspirasi masyarakat Purnama. Publik kini menanti hasil pertemuan tersebut, sekaligus berharap seluruh pihak dapat menindaklanjuti setiap kesepakatan secara transparan dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat.







