RDP Penentu Hari Ini! Aliansi Masyarakat Purnama Kawal 7 Tuntutan, DPRD dan Perusahaan Duduk Satu Meja

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Pertarungan panjang yang diperjuangkan Aliansi Masyarakat Purnama Bersuara memasuki babak paling menentukan. Setelah dua kali menggelar aksi damai yang menyedot perhatian publik, hari ini seluruh mata tertuju pada ruang rapat utama DPRD Dumai, tempat digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan mempertemukan masyarakat, manajemen perusahaan, dan unsur pimpinan DPRD.

Momentum ini menjadi ujian nyata atas komitmen semua pihak. Masyarakat menegaskan tidak lagi menginginkan janji yang hanya berhenti di podium ataupun sekadar pernyataan lisan. Yang dituntut adalah kesepakatan tertulis yang memiliki kepastian, kejelasan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua DPRD Dumai, Agus Miswandi, S.A.B., didampingi anggota DPRD Edison, Orlando, Ikas Ibrahim, dan Juprida, sebelumnya telah menemui langsung massa aksi. Di hadapan para peserta aksi, Agus menyampaikan bahwa seluruh tuntutan masyarakat telah memperoleh respons positif dari pihak perusahaan.

«”Alhamdulillah, kesepakatan dengan perusahaan sudah OK,” ujar Agus Miswandi di hadapan massa aksi.»

Bagi Hendra Isolihin, selaku Koordinator Aliansi Masyarakat Purnama Bersuara, pernyataan tersebut belum menjadi garis akhir perjuangan. Ia menegaskan bahwa masyarakat hanya akan merasa tenang apabila seluruh kesepakatan dituangkan secara resmi dalam dokumen yang sah, ditandatangani seluruh pihak, serta memiliki kekuatan untuk dijadikan dasar pengawasan.

Menurutnya, pengalaman selama ini mengajarkan bahwa banyak komitmen berakhir tanpa realisasi. Karena itu, masyarakat memilih mengawal proses hingga seluruh hasil rapat benar-benar diwujudkan di lapangan.

Keseriusan DPRD Dumai dinilai terlihat dari komitmen unsur pimpinan dan anggota dewan untuk mengawal proses perjanjian sebagai saksi, sehingga pelaksanaan kesepakatan diharapkan berlangsung secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam RDP hari ini, Aliansi Masyarakat Purnama Bersuara akan kembali memperjuangkan tujuh poin yang menjadi aspirasi masyarakat, yakni:

1. Santunan bagi anak yatim di Kelurahan Purnama.
2. Santunan bagi kaum dhuafa di Kelurahan Purnama.
3. Bantuan bagi rumah ibadah berupa masjid dan musala.
4. Bantuan dana peringatan HUT Kemerdekaan RI untuk 25 RT di Kelurahan Purnama.
5. Bantuan dana kegiatan sosial LPMK Kelurahan Purnama.
6. Bantuan dana kegiatan kepemudaan Kelurahan Purnama.
7. Bantuan dana pelaksanaan MTQ Kelurahan Purnama.

Hendra Isolihin mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mengawal jalannya rapat dan tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, keberhasilan perjuangan bukan hanya diukur dari adanya kesepakatan, tetapi dari sejauh mana seluruh poin tersebut benar-benar direalisasikan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar terus menjaga kekompakan dan mengawasi implementasi hasil RDP secara bersama-sama. Baginya, pengawasan publik merupakan bagian penting agar setiap komitmen yang telah disepakati tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kelurahan Purnama.

“Perjuangan belum selesai. Kesepakatan harus dibuktikan dengan pelaksanaan yang nyata. Masyarakat akan terus mengawal hingga seluruh komitmen benar-benar terlaksana,” tegas Hendra Isolihin.

RDP hari ini dipandang sebagai momentum penting yang akan menentukan arah penyelesaian aspirasi masyarakat Purnama. Publik kini menanti hasil pertemuan tersebut, sekaligus berharap seluruh pihak dapat menindaklanjuti setiap kesepakatan secara transparan dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat.

 

Berita Terkait

Enam Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Desa Katupat Masih Menggantung: Publik Tagih Kepastian Hukum
HUT Kodam XIX/Tuanku Tambusai 2026: Koramil 01/Dumai Turun Tangan Bersihkan Pasar, Tunjukkan Aksi Nyata untuk Rakyat
Tujuh Bulan Berlalu, Penyedikan Kasus Dana Hibah Pilkada KPU Tojo Una -Una Masih Dinanti Publik 
Jaringan Narkoba Internasional Digulung! Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu, Nilai Barang Bukti Tembus Rp55,5 Miliar
Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Gagalkan Jaringan Internasional dan Selamatkan Hampir Sejuta Jiwa
Rencana Imbauan Penggunaan Air Perpipaan Tuai Polemik, Warga Gorontalo Nilai Berpotensi Menambah Beban Ekonomi
PELTI Dumai Lepas 7 Atlet Tenis Menuju Kejurnas TDP PELTI Riau
Diduga Kebal Hukum : Kebun Sawit 1000 Hektare di Kawasan Hutan Tanpa Izin Milik Gilbert di Dumai Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:45 WIB

Enam Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Desa Katupat Masih Menggantung: Publik Tagih Kepastian Hukum

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:19 WIB

HUT Kodam XIX/Tuanku Tambusai 2026: Koramil 01/Dumai Turun Tangan Bersihkan Pasar, Tunjukkan Aksi Nyata untuk Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:48 WIB

Tujuh Bulan Berlalu, Penyedikan Kasus Dana Hibah Pilkada KPU Tojo Una -Una Masih Dinanti Publik 

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:35 WIB

Jaringan Narkoba Internasional Digulung! Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu, Nilai Barang Bukti Tembus Rp55,5 Miliar

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:36 WIB

Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Gagalkan Jaringan Internasional dan Selamatkan Hampir Sejuta Jiwa

Berita Terbaru