Kunjungan Gubernur Anwar Hafid ke Desa Mire Buka Luka Lama: 10 KM Jalan Rusak Menanti Sentuhan Pemerintah

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOJO UNA-UNA, SULTENG — Kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, ke Desa Mire, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, pada Selasa, 4 Agustus 2026, menjadi momentum yang membawa harapan besar bagi masyarakat setempat.

Di balik sambutan dan kebanggaan masyarakat atas kedatangan orang nomor satu di Provinsi Sulawesi Tengah itu, tersimpan persoalan lama yang hingga kini belum juga mendapatkan penyelesaian. Salah satunya adalah kondisi infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Desa Mire.

Kurang lebih 10 kilometer ruas jalan di wilayah tersebut selama bertahun-tahun berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari justru masih jauh dari kondisi yang layak.

Bagi masyarakat Desa Mire, persoalan jalan bukan sekadar masalah infrastruktur. Jalan merupakan akses menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, pusat ekonomi, perkebunan, pertanian, hingga jalur distribusi hasil-hasil produksi masyarakat.

Karena itu, kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah di Desa Mire pada Selasa (4/8/2026) diharapkan bukan hanya menjadi kunjungan seremonial, melainkan menjadi awal dari perubahan nyata terhadap kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

10 KILOMETER JALAN, BUKAN ANGKA BIASA

Kurang lebih 10 kilometer jalan yang disebut masyarakat belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah menjadi gambaran betapa panjangnya persoalan yang harus mereka hadapi.

Bertahun-tahun masyarakat harus berhadapan dengan kondisi jalan yang rusak. Ketika musim hujan datang, kondisi jalan semakin sulit dilalui. Sementara ketika aktivitas ekonomi masyarakat meningkat, akses jalan yang buruk kembali menjadi penghambat.

Pertanyaannya kemudian sederhana namun sangat serius:

Sampai kapan masyarakat Desa Mire harus menunggu?

Apakah masyarakat harus terus menerima kenyataan bahwa jalan yang menjadi kebutuhan dasar mereka belum mendapatkan penanganan sebagaimana yang diharapkan?

Ataukah kunjungan Gubernur Anwar Hafid kali ini akan menjadi titik balik bagi pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itu kini berada di hadapan pemerintah.

KEDATANGAN GUBERNUR JANGAN BERHENTI PADA FOTO DAN SAMBUTAN

Masyarakat tentu menyambut kedatangan Gubernur Sulawesi Tengah dengan penuh kebanggaan.

Namun kebanggaan itu akan jauh lebih berarti apabila kunjungan tersebut menghasilkan langkah konkret.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan kunjungan pejabat. Mereka membutuhkan jalan yang bisa dilalui dengan aman. Mereka membutuhkan akses yang mampu mendukung aktivitas ekonomi. Mereka membutuhkan pembangunan yang dapat dirasakan langsung.

Sebab bagi masyarakat yang setiap hari melewati jalan rusak, persoalan infrastruktur bukanlah sekadar bahan pembicaraan di ruang rapat pemerintahan.

Jalan adalah kehidupan.

Jalan yang baik berarti hasil pertanian lebih mudah dibawa keluar. Jalan yang baik berarti anak-anak lebih mudah menuju sekolah. Jalan yang baik berarti masyarakat lebih cepat mendapatkan pelayanan kesehatan. Jalan yang baik juga berarti roda perekonomian desa dapat bergerak.

Karena itu, jika benar kondisi sekitar 10 kilometer jalan di Desa Mire selama ini belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, maka persoalan tersebut patut menjadi perhatian serius.

HARAPAN MASYARAKAT KINI TERTUJU KEPADA GUBERNUR

Kunjungan Anwar Hafid ke Desa Mire secara otomatis membuka harapan baru bagi masyarakat.

Mereka berharap Gubernur dapat melihat secara langsung kondisi di lapangan, bukan hanya menerima laporan di atas meja.

Sebab kondisi jalan yang rusak akan jauh berbeda ketika dilihat langsung dibandingkan hanya melalui laporan administrasi.

Masyarakat ingin agar pemerintah mengetahui secara nyata bagaimana kondisi akses yang mereka gunakan setiap hari.

Pewarta: Ahmad Tuliabu

Berita Terkait

Arogan Dan Sering Minta Imbalan, Warga Desa Pagaran Dolok Sosa Jae Keluhkan Sikap Kepala Desanya
Outing Class ke Dishub Dumai, Siswa SDIT Ath-Thaaqib Muhammadiyah Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas
Realisasi Pajak Dumai Tembus Rp755 Miliar, Bapenda Optimistis Target Rp870 Miliar Tercapai
Iyeth Bustami Kukuhkan DPC PKB Dumai 2026–2031, Tujuh DPAC Resmi Dilantik
Anak 14 Tahun Terlibat Kecelakaan di Ratolindo, Korban Luka dan Motor Rusak Berat, Orang Tua Korban Siap Tempuh Jalur Hukum
Perkuat Infrastruktur Dumai, Wali Kota Paisal Sambangi Tiga Instansi Strategis di Pekanbaru
Audiensi Organda dan Dishub Dumai, Sinergi Transportasi Darat
Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar, Satlantas Polres Dumai Turun ke SMPN 3 Lewat Police Goes to School
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:40 WIB

Arogan Dan Sering Minta Imbalan, Warga Desa Pagaran Dolok Sosa Jae Keluhkan Sikap Kepala Desanya

Selasa, 3 November 2026 - 09:26 WIB

Outing Class ke Dishub Dumai, Siswa SDIT Ath-Thaaqib Muhammadiyah Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

Selasa, 3 November 2026 - 06:44 WIB

Realisasi Pajak Dumai Tembus Rp755 Miliar, Bapenda Optimistis Target Rp870 Miliar Tercapai

Selasa, 3 November 2026 - 04:44 WIB

Iyeth Bustami Kukuhkan DPC PKB Dumai 2026–2031, Tujuh DPAC Resmi Dilantik

Selasa, 3 November 2026 - 03:43 WIB

Anak 14 Tahun Terlibat Kecelakaan di Ratolindo, Korban Luka dan Motor Rusak Berat, Orang Tua Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru