DUMAI – Pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Taman Bukit Gelanggang (TBG), Kota Dumai, menyisakan persoalan kebersihan. Sejumlah sampah dan bercak minyak masih terlihat di kawasan taman pada Minggu pagi, 20 September 2026, setelah kegiatan berlangsung pada Sabtu malam.
Pantauan di lokasi, sampah tampak berserakan di sejumlah titik kawasan TBG. Selain itu, terdapat bercak minyak pada permukaan lantai yang diduga berasal dari aktivitas kuliner atau pedagang selama pelaksanaan CFN.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena TBG merupakan salah satu ruang publik yang rutin digunakan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, dan melakukan berbagai aktivitas pada pagi hari.
Sejumlah warga yang datang berolahraga menyayangkan kondisi kebersihan kawasan yang belum sepenuhnya pulih setelah kegiatan malam sebelumnya.
Yuni, salah seorang warga yang rutin berolahraga di TBG, mengatakan persoalan yang terlihat bukan hanya sampah, tetapi juga bercak minyak di lantai taman.
“Bukan hanya sampah, bercak minyak bekas gorengan juga terlihat di lantai sehingga kawasan ini terlihat jorok,” ujar Yuni, Minggu (20/9/2026).»
Menurut Yuni, aktivitas pedagang dalam kegiatan masyarakat seharusnya disertai dengan tanggung jawab menjaga kebersihan lokasi masing-masing.
Ia berharap pengawasan terhadap pedagang diperketat agar aktivitas perdagangan tidak meninggalkan sampah maupun limbah yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna fasilitas publik.
Yuni juga meminta Pemerintah Kota Dumai melalui instansi terkait mengevaluasi mekanisme pengelolaan kebersihan setelah pelaksanaan CFN.
“Pemerintah Kota Dumai melalui Diskopar dan UPT Taman Bukit Gelanggang diharapkan dapat memberikan teguran atau sanksi sesuai aturan kepada pedagang yang terbukti meninggalkan sampah atau limbah setelah berjualan,” katanya.
Menurutnya, kebersihan pascakegiatan perlu menjadi bagian dari pengelolaan setiap kegiatan yang digelar di ruang publik.
Selain memastikan kegiatan berjalan tertib, kebersihan kawasan setelah acara berakhir juga perlu diperhatikan agar fasilitas umum tetap nyaman digunakan masyarakat pada keesokan harinya.
Terlebih, Taman Bukit Gelanggang menjadi salah satu lokasi yang ramai dimanfaatkan warga untuk berolahraga pada pagi hari.
Karena itu, mekanisme pembersihan pascakegiatan, pengawasan terhadap pedagang, serta tanggung jawab pengelolaan sampah dan limbah perlu dipastikan berjalan secara konsisten.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Taman Bukit Gelanggang maupun instansi terkait belum memberikan keterangan mengenai kondisi kebersihan tersebut, termasuk langkah pembersihan maupun evaluasi terhadap pelaksanaan CFN.
Halodumai.com membuka ruang bagi pihak pengelola, panitia CFN, maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai kondisi tersebut.
Penulis : Feri Windria







