DUMAI – Komitmen Pemerintah Kota Dumai dalam menghadirkan lingkungan yang sehat dan layak bagi masyarakat kembali membuahkan prestasi. Kali ini, capaian tersebut datang dari sektor pengelolaan sanitasi melalui Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (Dispertaru) Kota Dumai.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Riau memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Dumai sebagai Terbaik pada kategori Peningkatan Kinerja Keberfungsian Infrastruktur Sanitasi di Provinsi Riau Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) 2 Pemantauan Keberfungsian, Kebermanfaatan dan Keberlanjutan Infrastruktur Sanitasi Provinsi Riau Tahun Anggaran 2026 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (17/9/2026).
Capaian ini bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur sanitasi di Kota Dumai mulai diarahkan pada aspek yang lebih substansial, yakni bagaimana infrastruktur yang telah dibangun benar-benar berfungsi, memberikan manfaat dan mampu dipelihara secara berkelanjutan.
Di balik capaian tersebut, Dispertaru Kota Dumai menjadi salah satu perangkat daerah yang memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan sanitasi berjalan secara terintegrasi.
Kinerja tersebut tidak terlepas dari peran Kepala Dispertaru Kota Dumai, Muhammad Mufarizal, S.T., M.IP., yang mendorong jajaran perangkatnya untuk tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan keberfungsian dan kebermanfaatan infrastruktur bagi masyarakat.
Mufarizal menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bukti dari komitmen dan dukungan kepala daerah dalam meningkatkan sarana dan prasarana lingkungan di Kota Dumai.
Menurutnya, pembangunan sanitasi tidak semata-mata berbicara mengenai pencapaian target fisik, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Dispertaru tidak hanya diukur dari berapa banyak infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas tersebut mampu memberikan manfaat nyata dan dipertahankan keberlanjutannya.
Sejak 2020, Kementerian Pekerjaan Umum telah membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kota Dumai sebagai bagian dari upaya mendukung akses sanitasi aman yang berkelanjutan.
Selain itu, Pemko Dumai juga mendorong penyediaan sanitasi layak melalui pembangunan tangki septik individu di sejumlah wilayah. Infrastruktur tersebut kemudian membutuhkan pengelolaan, pengawasan dan pemeliharaan secara konsisten agar manfaatnya tidak berhenti setelah pembangunan selesai.
Kepemimpinan Muhammad Mufarizal bersama jajaran di lingkungan Dispertaru menunjukkan bahwa pembangunan perkotaan membutuhkan kesinambungan antara perencanaan, pembangunan, pengelolaan hingga pemeliharaan.
Penghargaan dari Kementerian PU tersebut sekaligus menjadi bentuk pengakuan atas upaya Pemerintah Kota Dumai dalam menjaga agar infrastruktur sanitasi yang telah tersedia tetap berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keberhasilan tersebut tentu tidak lahir dari kerja satu orang. Di dalamnya terdapat kerja kolektif jajaran Dispertaru, termasuk Bidang Cipta Karya dan UPT Air Limbah Domestik yang berperan dalam memastikan pengelolaan sanitasi berjalan secara optimal.
Kepala Bidang Cipta Karya Dispertaru Kota Dumai, Thabrani, S.T., M.T., menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengintegrasikan pembangunan fisik dengan pengelolaan yang terstruktur. Sementara Kepala UPT Air Limbah Domestik Kelas A, Richie Kurniawan, S.T., menekankan pentingnya operasional dan pemeliharaan rutin agar infrastruktur sanitasi tetap berfungsi maksimal.
Rangkaian kerja tersebut memperlihatkan bahwa prestasi Dispertaru merupakan hasil sinergi antara kebijakan pimpinan daerah, kepemimpinan kepala dinas dan kerja teknis jajaran di lapangan.
Penghargaan sebagai yang terbaik di tingkat Provinsi Riau tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Dumai. Namun, lebih dari sekadar seremoni, penghargaan tersebut dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sanitasi di tengah pertumbuhan kota dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
Dispertaru Kota Dumai kini memiliki catatan prestasi yang sekaligus menjadi tanggung jawab untuk mempertahankan bahkan meningkatkan standar pengelolaan sanitasi.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Mufarizal, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa tata kelola infrastruktur perkotaan yang dilakukan secara terencana, terukur dan berorientasi pada kebermanfaatan masyarakat dapat menghasilkan pengakuan di tingkat provinsi.
Pada akhirnya, penghargaan ini bukan hanya tentang sebuah piala atau predikat terbaik. Lebih jauh, ini adalah apresiasi terhadap kerja pemerintah daerah dalam menghadirkan lingkungan yang lebih sehat, sanitasi yang lebih layak serta infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Prestasi Dispertaru Kota Dumai tersebut pun menjadi salah satu bukti bahwa kerja teknis yang dilakukan secara konsisten, ketika dipadukan dengan kepemimpinan yang kuat dan dukungan kebijakan yang tepat, mampu membawa nama Kota Dumai menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Riau.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan , tanpa keluar dari fakta yang tersedia. *** (rls)







