Sungai Dipenuhi Eceng Gondok, Pemko Dumai Kerahkan Alat Berat Cegah Banjir di Bumi Ayu

- Penulis

Minggu, 4 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Upaya Pemerintah Kota Dumai mengantisipasi ancaman banjir terus dilakukan. Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai kini mengerahkan alat berat untuk membersihkan aliran sungai di Kelurahan Bumi Ayu yang mengalami penyumbatan akibat pertumbuhan eceng gondok dan sedimentasi.

Pembersihan tersebut dilakukan melalui Bidang Bina Konstruksi dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai dalam beberapa hari terakhir.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya normalisasi aliran sungai agar kapasitas saluran air dapat kembali optimal, terutama dalam menghadapi curah hujan yang berpotensi meningkatkan debit air.

Kepala Dinas PU Dumai Riau Satrya Alamsyah, S.T., M.T. mengatakan, Dalam proses pembersihan, petugas menggunakan alat berat untuk mengangkat tanaman eceng gondok yang menutupi sebagian permukaan sungai.

Keberadaan tanaman air tersebut dinilai dapat menghambat kelancaran aliran, terlebih ketika pertumbuhannya semakin lebat dan menutupi badan sungai.

Selain itu, kata Riau Satraya Alamsyah mengatakan, membersihkan permukaan sungai, pekerjaan juga dilakukan dengan pengerukan pada bagian dasar sungai.

Pengerukan dilakukan untuk mengangkat material sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai. Sedimentasi yang semakin tinggi berpotensi mengurangi kapasitas tampung dan kemampuan sungai dalam mengalirkan air.

Dengan pembersihan eceng gondok sekaligus pengerukan sedimentasi, diharapkan aliran air di kawasan tersebut dapat menjadi lebih lancar.

Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak hanya dilakukan ketika genangan terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan dengan menjaga fungsi saluran dan aliran sungai.

Pembersihan sungai di Bumi Ayu menjadi salah satu langkah teknis Pemko Dumai dalam menjaga sistem drainase dan aliran air agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Namun, keberlanjutan hasil pembersihan juga bergantung pada pemeliharaan secara berkala. Pertumbuhan eceng gondok dan penumpukan sedimentasi dapat kembali terjadi apabila tidak diikuti pengawasan dan pembersihan rutin.

Karena itu, optimalisasi aliran sungai perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada titik-titik yang memiliki potensi menjadi hambatan aliran air.

Pemko Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum diharapkan terus memperkuat langkah preventif tersebut sehingga kapasitas aliran air tetap terjaga dan risiko genangan maupun banjir di kawasan permukiman dapat ditekan.

Berita Terkait

Penggalian Jalan Inpres Tak Kunjung Tuntas, Warga Keluhkan Progres Lamban dan Aktivitas Usaha Terganggu
Exit Meeting Pemeriksaan Digelar, Wali Kota Dorong Perbaikan Tata Kelola Perizinan di RSUD Dumai
Kinerja HSSE Pertamina Dipertanyakan, PT SSS Diduga Angkut Solar Pakai Jerigen untuk Proyek di Area Kilang Dumai
Dua Security Jadi Tersangka, Inventaris PT Pupuk Parit Kitang Diduga Digelapkan hingga Rp157 Juta
Tim Raga Polres Dumai Gencarkan Patroli, Cegah Premanisme dan Geng Motor
Tengah Malam, 14 Personel Satlantas Polres Dumai Sisir Titik Rawan Balap Liar, 2 Motor Knalpot Brong Diamankan
Dugaan Angkut BBM Pakai Jerigen Plastik di Proyek Pertamina Dumai Disorot, Aspek HSSE Dipertanyakan
Polisi dan Warga Kompak Tanam Jagung di Bukit Kapur, Dorong Swasembada Pangan dari Lahan Warga
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Penggalian Jalan Inpres Tak Kunjung Tuntas, Warga Keluhkan Progres Lamban dan Aktivitas Usaha Terganggu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Exit Meeting Pemeriksaan Digelar, Wali Kota Dorong Perbaikan Tata Kelola Perizinan di RSUD Dumai

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:43 WIB

Sungai Dipenuhi Eceng Gondok, Pemko Dumai Kerahkan Alat Berat Cegah Banjir di Bumi Ayu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:56 WIB

Kinerja HSSE Pertamina Dipertanyakan, PT SSS Diduga Angkut Solar Pakai Jerigen untuk Proyek di Area Kilang Dumai

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:43 WIB

Dua Security Jadi Tersangka, Inventaris PT Pupuk Parit Kitang Diduga Digelapkan hingga Rp157 Juta

Berita Terbaru