TOJO UNA-UNA – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, kembali dikeluhkan masyarakat. Pemadaman disebut terjadi hampir setiap satu hingga dua hari, dengan durasi yang dinilai cukup lama.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dikeluhkan karena berpotensi menyebabkan kerusakan pada sejumlah peralatan elektronik serta menghambat berbagai kebutuhan rumah tangga.
Masyarakat meminta pihak PLN memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pemadaman dan kendala yang sebenarnya terjadi, termasuk informasi terkait jadwal maupun estimasi waktu pemulihan listrik.
Salah seorang ibu rumah tangga berinisial R.I., saat ditemui awak media pada Senin, 5 Oktober 2026, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut.
“Di rumah saya, untuk mendapatkan air kami menggunakan mesin pompa air dari sumur. Ketika listrik padam, otomatis mesin tidak bisa digunakan. Akibatnya, untuk kebutuhan air saja kami kesulitan,” keluh R.I.
Menurutnya, persoalan menjadi semakin berat karena pemadaman kerap berlangsung hingga berjam-jam.
“Bayangkan kalau listrik padam mulai pukul 17.00 dan baru menyala kembali sekitar pukul 00.00 atau tengah malam. Selama berjam-jam itu banyak aktivitas rumah tangga yang tidak bisa dilakukan,” ujarnya.
Ia berharap PLN dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat sehingga warga tidak terus-menerus bertanya-tanya mengenai penyebab pemadaman.
“Kami bukan tidak memahami kalau memang ada gangguan atau pekerjaan teknis. Tetapi masyarakat perlu tahu apa kendalanya dan kapan listrik kembali normal. Jangan sampai masyarakat hanya menunggu tanpa mendapatkan penjelasan,” tegasnya.
Keluhan juga muncul terkait dampak pemadaman terhadap peralatan elektronik rumah tangga. Masyarakat mengaku khawatir kondisi listrik yang padam dan kembali menyala berulang kali dapat menyebabkan kerusakan pada perangkat elektronik.
“Kalau pemadaman terus terjadi dan berulang, tentu kami khawatir barang elektronik rusak. Kalau sudah rusak, masyarakat yang menanggung kerugiannya,” tambah R.I.
Masyarakat berharap PLN segera memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi kelistrikan di Tojo Una-Una, termasuk penyebab pemadaman bergilir, langkah penanganan yang dilakukan, serta target normalisasi pasokan listrik.
Masyarakat juga meminta agar informasi mengenai pemadaman disampaikan secara terbuka agar warga dapat mengatur aktivitas dan kebutuhan rumah tangga selama terjadi gangguan pasokan listrik.
Pewarta: Ahmad Tuliabu







