DUMAI – Upaya memperkuat ketangguhan wilayah pesisir terhadap ancaman bencana terus dilakukan di Kota Dumai. Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), TNI bersama pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat melaksanakan penanaman mangrove sebagai langkah konkret menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat mitigasi bencana.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga menegaskan pentingnya langkah pencegahan dalam menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam kawasan pesisir.
Penanaman mangrove dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Vegetasi mangrove dapat membantu melindungi garis pantai dari abrasi sekaligus menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir.
Di tengah tantangan perubahan lingkungan dan potensi bencana di kawasan pesisir, keberadaan mangrove menjadi salah satu bagian dari upaya membangun perlindungan alami yang dapat dipelihara secara berkelanjutan.
Karena itu, kegiatan penanaman mangrove diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pengurangan risiko bencana pada prinsipnya tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi. Upaya mitigasi perlu dibangun sejak dini melalui penguatan lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat serta kolaborasi berbagai pihak.
Keterlibatan TNI bersama pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan salah satu investasi penting dalam mengurangi risiko bencana.
Dengan ekosistem pesisir yang terjaga, masyarakat diharapkan memiliki perlindungan yang lebih baik dalam menghadapi potensi ancaman bencana di masa mendatang.
Dandim 0320/Dumai menegaskan bahwa TNI akan terus mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan ketangguhan wilayah dan masyarakat.
“Penanaman mangrove merupakan langkah konkret dalam menjaga lingkungan sekaligus bagian dari upaya mitigasi bencana. TNI akan terus hadir di tengah masyarakat dan bersinergi dengan seluruh komponen untuk mewujudkan lingkungan yang lebih aman, lestari dan tangguh terhadap bencana,” ujarnya.
Sinergi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat, terutama dalam menjaga kawasan pesisir Dumai yang memiliki nilai ekologis sekaligus strategis bagi kehidupan masyarakat.
Peringatan Bulan PRB pun menjadi pengingat bahwa membangun ketangguhan menghadapi bencana bukan pekerjaan sesaat. Pencegahan, pelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat harus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan wilayah yang lebih aman dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.







