Lapak Monza Pasar Senggol Mulai Ditinggalkan, Pedagang Pilih Turun ke Lantai Bawah

- Penulis

Selasa, 6 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Bagi sebagian warga Dumai, lantai 2 Pasar Senggol bukan sekadar tempat berjualan pakaian bekas atau monza. Kawasan ini pernah menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi warga untuk berburu barang murah.

Namun, kondisi terkini mulai berbeda. Sejumlah lapak monza di lantai 2 terlihat semakin sepi. Sebagian pedagang bahkan memilih memindahkan aktivitas jual beli mereka ke lantai bawah, tepatnya di kawasan belakang Ratu Tekstil.

Perpindahan tersebut disebut para pedagang tidak terlepas dari kondisi kawasan lantai 2 yang dinilai kurang nyaman untuk berjualan.

Sejumlah pedagang mengeluhkan adanya aksi pencurian yang disebut kerap terjadi di kawasan tersebut. Keluhan itu membuat sebagian pedagang memilih mencari lokasi yang dianggap lebih ramai dan aman untuk melanjutkan usaha.

Kini, jejak aktivitas perdagangan monza di lantai 2 Pasar Senggol tampak tidak seramai sebelumnya.

Lapak-lapak yang dahulu dipenuhi pakaian dan pembeli perlahan mulai kosong. Pedagang yang masih bertahan pun harus berhadapan dengan perubahan pola aktivitas dan berkurangnya pengunjung.

Sementara itu, kawasan belakang Ratu Tekstil di lantai bawah kini menjadi pilihan sejumlah pedagang untuk meneruskan usaha mereka.

Perubahan tersebut menjadi gambaran bagaimana denyut perdagangan di Pasar Senggol terus bergerak mengikuti kondisi dan kebutuhan para pedagang.

Bagi generasi yang pernah merasakan ramainya Pasar Senggol, suasana lantai 2 ini tentu menyimpan cerita tersendiri.

Tempat yang dahulu ramai oleh pedagang, pembeli, tawar-menawar hingga lalu-lalang warga, kini menyisakan suasana yang berbeda.

Mungkin pernah berburu monza, menawar harga sampai dapat barang incaran, atau sekadar nongkrong dan menikmati ramainya Pasar Senggol.

Kini suasananya berubah. Namun kenangan tentang ramainya Pasar Senggol tetap menjadi bagian dari cerita perjalanan Kota Dumai.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebut atau berkepentingan dalam pemberitaan ini sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Pemberitaan ini juga menjunjung asas praduga tak bersalah.

Berita Terkait

Hingga September 2026, RSUD Dumai Rawat 57 Pasien DBD
Tiket Dumai–Batam Sempat Muncul, Kini Menghilang: Kapan Penerbangan Pinang Kampai Kembali Beroperasi?
Peringatan Bulan PRB, TNI dan Stakeholder Tanam Mangrove di Dumai, Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir
Merajut Silaturahmi, Perkuat Sinergi TNI-Polri, Wakapolres Dumai Kunjungi Kodim 0320
Apical Raih Dua Penghargaan ESGBusiness Awards 2026, Perkuat Komitmen Rantai Pasok Sawit Berkelanjutan
Kajari Dumai Tekankan Disiplin dan Akuntabilitas dalam Rapat Staf
Waspada Pencurian Aset Daerah! Patroli UPT PJU Dishub Dumai Gagalkan Percobaan Curi Kabel LPJU
Pemadaman Listrik Bergilir di Tojo Una-Una Dikeluhkan, Masyarakat Minta PLN Jelaskan Kendala
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Lapak Monza Pasar Senggol Mulai Ditinggalkan, Pedagang Pilih Turun ke Lantai Bawah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Hingga September 2026, RSUD Dumai Rawat 57 Pasien DBD

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Tiket Dumai–Batam Sempat Muncul, Kini Menghilang: Kapan Penerbangan Pinang Kampai Kembali Beroperasi?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Peringatan Bulan PRB, TNI dan Stakeholder Tanam Mangrove di Dumai, Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Merajut Silaturahmi, Perkuat Sinergi TNI-Polri, Wakapolres Dumai Kunjungi Kodim 0320

Berita Terbaru

Berita

Hingga September 2026, RSUD Dumai Rawat 57 Pasien DBD

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:55 WIB