TOJO UNA UNA – Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap penawaran telepon genggam (HP) dengan harga sangat murah yang beredar melalui pesan WhatsApp. Salah satu penawaran yang mengatasnamakan ITC ROXY STORE tersebut menawarkan berbagai merek ponsel, mulai dari iPhone, Samsung, Oppo, Vivo, Realme hingga Xiaomi, dengan harga yang tidak masuk akal.
Dalam pesan promosi yang beredar pada Minggu (18/10/2026), penjual mengklaim menyediakan ponsel original dengan harga mulai dari Rp100 ribu hingga Rp750 ribu. Penawaran itu juga disertai promosi beli dua gratis satu, layanan Cash on Delivery (COD) ke seluruh Indonesia, serta klaim garansi resmi selama satu tahun.
Harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar pada umumnya untuk sejumlah model ponsel yang disebutkan. Kondisi ini patut menjadi perhatian masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh promosi yang menjanjikan keuntungan besar dengan harga sangat murah.
Modus Biaya Packing Dibayar di Awal
Hal yang perlu diwaspadai adalah adanya permintaan pembayaran biaya packing kayu sebesar Rp50.000 sebelum barang dikirim.
Dalam percakapan WhatsApp tersebut, pihak penjual menyatakan bahwa biaya packing harus ditransfer terlebih dahulu, meskipun pembelian diklaim menggunakan sistem COD atau pembayaran di tempat.
Penjual juga menyebutkan bahwa pesanan akan segera diproses setelah biaya packing dibayarkan, dengan perkiraan barang diterima paling lambat tiga hari. Selain itu, penjual mengklaim akan memberikan surat izin toko sebagai jaminan serta mengembalikan uang packing apabila barang tidak sesuai.
Namun, klaim tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Identitas penjual, keberadaan toko, keaslian produk, legalitas usaha, serta kebenaran testimoni pelanggan masih perlu diverifikasi secara independen.
Masyarakat Diimbau Jangan Mudah Tertipu
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung percaya terhadap iklan penjualan HP murah yang menawarkan harga tidak wajar, terlebih jika penjual meminta uang ditransfer terlebih dahulu dengan alasan biaya packing, administrasi, asuransi, atau ongkos pengiriman.
Penawaran tersebut diduga berpotensi menjadi modus penipuan berkedok penjualan HP murah, tetapi dugaan itu perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan verifikasi oleh pihak berwenang.
Sistem COD juga tidak otomatis menjamin transaksi aman. Konsumen harus memastikan terlebih dahulu apakah jasa pengiriman benar-benar mengizinkan pemeriksaan barang sebelum pembayaran, serta memahami ketentuan pengembalian barang yang berlaku.
Masyarakat disarankan untuk memeriksa identitas penjual, alamat toko, nomor rekening tujuan, dan rekam jejak usaha sebelum melakukan transaksi. Jangan mengirimkan uang muka atau biaya tambahan kepada pihak yang belum terverifikasi.
Apabila menemukan indikasi penipuan atau sudah terlanjur mentransfer uang, masyarakat sebaiknya segera menyimpan bukti percakapan, nomor telepon, nomor rekening, bukti transfer, dan tautan iklan. Selanjutnya, laporkan kepada pihak kepolisian serta hubungi bank untuk meminta penanganan atas transaksi yang dicurigai.
Utamakan Kehati-hatian
Masyarakat diharapkan tidak mudah tergoda oleh harga murah dan janji keuntungan yang tidak masuk akal. Sebelum bertransaksi, pastikan barang, penjual, serta mekanisme pembayaran benar-benar dapat dipercaya.
Jangan sampai niat membeli HP dengan harga murah justru berujung pada kerugian finansial. Lebih baik memastikan terlebih dahulu daripada menyesal setelah uang ditransfer.
Pewarta:Ahmad Tuliabu







