Ket foto : Zulfahmi
DUMAI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Dumai optimistis mampu mencapai target penerimaan pajak daerah tahun 2026 sebesar Rp870 miliar. Hingga 29 Oktober 2026, realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp755 miliar atau sekitar 87 persen dari target dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2026.
Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, Bapenda masih harus mengejar sekitar Rp115 miliar untuk memenuhi target penerimaan tersebut.
Kepala Bapenda Kota Dumai, Zulfahmi, saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026), mengaku optimistis target tersebut dapat direalisasikan. Optimisme itu didukung soliditas tim, kerja sama berbagai pihak, serta meningkatnya kontribusi masyarakat dan dunia usaha dalam memenuhi kewajiban membayar pajak.
Zulfahmi mengungkapkan, hingga akhir Oktober 2026 terdapat sejumlah jenis pajak daerah yang realisasinya bahkan telah melampaui target. Di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), serta Pajak Sarang Burung Walet.
Meski demikian, capaian tersebut belum merata pada seluruh sektor pajak. Penerimaan dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) baru mencapai 37 persen, sedangkan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) berada di angka 44 persen dari target yang ditetapkan.
Rendahnya capaian kedua sektor tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mengoptimalkan penerimaan pajak daerah hingga penghujung tahun.
Zulfahmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta perusahaan yang telah berkontribusi dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak daerah.
Ia berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat maupun pelaku usaha terus meningkat. Sebab, pajak daerah merupakan salah satu sumber penting pendapatan yang menopang pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, capaian penerimaan pajak hingga saat ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan berbagai pihak, terutama wajib pajak pribadi maupun badan usaha yang telah taat membayar pajak.
Bapenda Kota Dumai, lanjut Zulfahmi, akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, menggali potensi sumber-sumber pendapatan daerah, serta mengoptimalkan penerimaan pajak.
Langkah tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendapatan daerah.
Dengan realisasi yang telah mencapai 87 persen, Bapenda Dumai berharap sisa target Rp115 miliar dapat dikejar hingga akhir tahun anggaran 2026.
Namun, capaian tersebut juga menyisakan pekerjaan rumah, terutama dalam menggenjot penerimaan Opsen PKB dan BBNKB yang masih jauh dari target. Optimalisasi kedua sektor ini menjadi penting agar target pendapatan daerah tidak hanya bertumpu pada jenis pajak yang realisasinya sudah melampaui sasaran.







