Ket foto : ilustrasi
DUMAI – Ancaman banjir pasang air laut atau rob kembali membayangi sejumlah kawasan pesisir Kota Dumai. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi pasang surut air laut yang mencapai 2,5 meter pada 14 hingga 16 November 2026.
Informasi prakiraan yang disampaikan BPBD Kota Dumai bersama BMKG tersebut menjadi peringatan bagi warga, khususnya yang bermukim di kawasan pesisir dan daerah yang berpotensi terdampak genangan air laut.
Berdasarkan data prakiraan, potensi pasang tinggi mulai terjadi pada 7 November dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 2,3 meter pada pukul 06.20 WIB.
Ketinggian pasang kemudian diprediksi meningkat menjadi 2,4 meter pada 8 dan 9 November. Pada 10 hingga 12 November, pasang berada di kisaran 2,3 meter, sebelum kembali meningkat pada 13 November menjadi 2,4 meter.
Situasi yang perlu mendapat perhatian khusus diperkirakan terjadi pada 14, 15, dan 16 November. Pada tiga tanggal tersebut, ketinggian pasang air laut diprediksi mencapai 2,5 meter.
Waktu pasang diperkirakan terjadi pada pukul 07.20 WIB tanggal 14 November, pukul 07.40 WIB tanggal 15 November, dan pukul 08.20 WIB tanggal 16 November.
Selanjutnya, pada 17 November, ketinggian pasang diprediksi mencapai 2,4 meter pada pukul 09.00 WIB.
Meski demikian, angka tersebut merupakan prediksi ketinggian pasang air laut dan bukan ukuran langsung ketinggian genangan yang akan masuk ke permukiman.
Dalam peta wilayah yang perlu diwaspadai, BPBD mencantumkan Kelurahan Pangkalan Sesai, Rimba Sekampung, Buluh Kasap, Ratu Sima, Dumai Kota, serta sejumlah kawasan pesisir lainnya di Kota Dumai.
Warga di wilayah tersebut diminta tidak menganggap remeh peringatan pasang tinggi, terutama ketika kondisi pasang bertepatan dengan hujan lebat maupun angin kencang.
Kondisi cuaca dan lingkungan dapat memengaruhi tingkat risiko genangan sehingga pemantauan secara berkala menjadi langkah penting.
BPBD mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi resmi BMKG dan BPBD Kota Dumai terkait perkembangan cuaca serta prakiraan pasang surut air laut.
Warga juga diminta menyiapkan tas siaga berisi senter, obat-obatan, air bersih, makanan, dan dokumen penting untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar menghindari melintasi jalan yang tergenang, menjaga keselamatan anak-anak dan lansia, serta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menghambat aliran drainase.
Untuk kebutuhan penanganan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan Dumai Idaman 112 yang bebas pulsa.
Peringatan ini diharapkan menjadi perhatian bersama, bukan hanya bagi masyarakat pesisir, tetapi juga pemerintah dan instansi terkait. Langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal agar potensi banjir rob tidak berkembang menjadi persoalan yang mengancam keselamatan warga maupun aktivitas masyarakat.
Kewaspadaan sebelum air pasang menjadi kunci. Jangan menunggu air masuk ke rumah baru melakukan persiapan.







