Hasil Rapat Kordinasi, Walikota Dumai Tetapkan Status Siaga Bencana dan Cuaca Ekstrem hingga 5 Februari 2026

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ket foto : wali kota dumai H. Paisal

DUMAI – Walikota Dumai Haji Paisal menetapkan Status Siaga Bencana Alam dan Cuaca Ekstrem selama 60 hari terhitung sejak 5 Desember 2025 hingga 5 Februari 2026 mengingat curah hujan sedang dan lebat disertai angin kencang.

Penetapan status siaga ini selain karena hujan dan angin, juga berdasarkan informasi prakiraan cuaca dan iklim dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika tentang adanya potensi cuaca ekstrem di Provinsi Riau.

Dalan surat keputusan status siaga ini, cuaca buruk dapat mengancam dan menganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat di sejumlah kecamatan Dumai, diantaranya, Sungai Sembilan, Dumai Selatan, Dumai Barat, Dumai Timur dan Medang Kampai serta Kecamatan Dumai Kota.

“Keputusan status siaga ini diambil setelah dilakukan rapat kordinasi bersama pada 3 Desember 2025 dan berdasarkan beberapa pertimbangan soal cuaca dan keselamatan warga,” kata Walikota Paisal, Senin (8/12).

Dari penetapan status ini, juga diatur soal pembiayaan yang ditimbulkan akan dibeban kepada anggaran daerah dan sumber lain sesuai peraturan berlaku.

Informasi tambahan, delapan daerah di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi atau alam dan cuaca ekstrem sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi banjir dan longsor.

Daerah itu ialah, Kabupaten Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, dan Kota Pekanbaru. Sedangkan Kuantan Singingi dan Rokan Hilir masih menunggu surat keputusan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.

Kebijakan status siaga ini mengacu penetapan status siaga bencana oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto pada 1 Desember 2025.

BPBD Riau telah melakukan pemetaan dan mitigasi di daerah rawan banjir dan longsor pada seluruh kabupaten kota.

Musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Januari 2026, sehingga langkah antisipatif terus diperkuat untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Hingga saat ini, belum ada laporan banjir atau longsor signifikan yang terjadi akibat curah hujan tinggi.

Namun, banjir rob sempat muncul di Indragiri Hilir, Dumai, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti, meski hanya berlangsung beberapa jam sebelum surut kembali.***

Berita Terkait

Mobil Terperosok ke Parit di Jalan Simpang Tetap Dumai, Penyebab Belum Diketahui
Dugaan Upah di Bawah UMK, Pengupahan Pekerja PT Envitec Multi Indonesia Disorot
APBD-P Dumai Tembus Rp2,24 Triliun, Banggar Soroti Target Pendapatan dan Risiko Tunda Bayar
Buaya Berukuran Besar Muncul di Bawah Jembatan Masjid Nurul Islam, Warga Bantaran Sungai Dumai Diminta Waspada
Ledakan Berulang di Kilang Dumai, Pertamina Didesak Evaluasi GM Iwan Kurniawan
PT Ivo Mas Tunggal Bersama Tzu Chi Sinarmas Dorong Pemenuhan Gizi Anak Usia Dini di Sungai Sembilan
Laporkan Dana Hibah KONI Dumai, Fatahuddin Minta Kejaksaan Periksa Agustiawan
Jumat Berkah, GRIB Jaya Dumai Timur Bagikan Ratusan Paket Makanan di Masjid Nurul Ikhlas
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 06:56 WIB

Mobil Terperosok ke Parit di Jalan Simpang Tetap Dumai, Penyebab Belum Diketahui

Sabtu, 5 September 2026 - 04:42 WIB

Dugaan Upah di Bawah UMK, Pengupahan Pekerja PT Envitec Multi Indonesia Disorot

Jumat, 4 September 2026 - 17:21 WIB

APBD-P Dumai Tembus Rp2,24 Triliun, Banggar Soroti Target Pendapatan dan Risiko Tunda Bayar

Jumat, 4 September 2026 - 16:00 WIB

Buaya Berukuran Besar Muncul di Bawah Jembatan Masjid Nurul Islam, Warga Bantaran Sungai Dumai Diminta Waspada

Jumat, 4 September 2026 - 09:19 WIB

Ledakan Berulang di Kilang Dumai, Pertamina Didesak Evaluasi GM Iwan Kurniawan

Berita Terbaru