Aditya romas (kiri) Andika Fithrian (kanan)
DUMAI – Berdasarkan informasi hingga akhir tahun 2025 dan awal 2026, kinerja PT Pembangunan Dumai (Perseroda) kota dumai memang terus menjadi sorotan publik dan pemerintah kota, terutama terkait lambatnya perubahan signifikan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meskipun telah dilakukan pergantian jajaran direksi.
Rapor Merah dan Pergantian Direksi: PT Pembangunan Dumai kota Dumai sempat mendapat “rapor hitam” (kurang berkinerja) yang memicu perombakan manajemen.
Terlepas dari pergantian tersebut, sorotan terhadap kinerja belum berhenti. Sempat muncul perbincangan publik mengenai dugaan rangkap jabatan di tingkat direksi yang berpotensi menghambat fokus pengelolaan BUMD.
Pada September 2025, Wali Kota Dumai melantik direksi baru (Andika Fithrian dan Dede Mirza) dengan harapan baru.
Menurut Pengamat Ekonomi dan Pembangunan, Muhammad Rian, Bahkan, Direktur Utama yang baru sempat disorot karena belum terlihat memulai aktivitas operasional secara signifikan pada bulan ke-3 atau 100 hari kerja setelah pelantikan,” Ungkapanya.
Pada akhir Desember 2025, Direktur PT Pembangunan Dumai menegaskan bahwa BUMD tersebut bukan beban APBD dan meminta agar kinerja tidak dinilai hanya dengan asumsi, melainkan melihat progres nyata yang sedang diupayakan.
Memasuki tahun 2026, PT Pembangunan Dumai mulai membentuk core bisnis baru di bidang ekspor-impor untuk memperkuat perannya dan mendorong ekonomi daerah.
Wali Kota Dumai H. Paisal menekankan dalam RUPS Desember 2025 agar perusahaan tidak hanya eksis, tetapi memberikan dampak nyata bagi PAD dan pembangunan infrastruktur.
Secara keseluruhan, meskipun sudah ada pergantian direksi (terbaru September 2025), efektivitas perubahan signifikan terhadap kemajuan PT Pembangunan Dumai masih dalam tahap evaluasi berat oleh publik dan pemegang saham (Pemko Dumai) hingga awal 2026.
Pengamat Ekonomi dan Pembangunan Muhammad Rian menegaskan, Walikota Dumai H. Paisal harus bisa mengevalusi kinerja Direktur yang baru, yaitu Andika Fithrian, ” Katanya.
Lebih lanjut Muhammad Rian mengungkapkan, dari Direktur sebelum nya Aditya Romas yang dilanjutkan oleh Andika Fithrian sampai saat ini sudah memasuki bulan ke 4 kepimpinan Andika Fithrian belum mampu menghasilkan PAD untuk Kota Dumai
Penulis : Feri Windria






