TOJO UNA-UNA – Dinamika organisasi kewartawanan di Kabupaten Tojo Una-Una kembali menjadi perhatian kalangan insan pers. Dalam beberapa waktu terakhir, aspirasi agar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jurnalis Siber (PJS) Kabupaten Tojo Una-Una segera menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) terus menguat. Sejumlah wartawan menilai forum tersebut penting sebagai momentum evaluasi sekaligus regenerasi kepemimpinan agar organisasi dapat kembali bergerak lebih aktif, profesional, dan mampu menjalankan fungsi pembinaan terhadap anggotanya.
PJS Kabupaten Tojo Una-Una sendiri resmi dibentuk melalui Musyawarah Cabang yang dilaksanakan pada 1 Oktober 2025 di Marina Cottage, Ampana. Kegiatan tersebut berlangsung cukup meriah dan dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga sejumlah instansi pemerintah lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut kala itu menjadi simbol besarnya harapan agar organisasi profesi wartawan ini mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus menjaga independensi dan profesionalisme insan pers di daerah.
Seiring berjalannya waktu, harapan besar yang pernah mengiringi lahirnya organisasi tersebut mulai mendapat sorotan dari sebagian kalangan wartawan. Sejumlah insan pers menilai aktivitas organisasi dalam beberapa bulan terakhir belum terlihat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Penilaian tersebut kemudian memunculkan aspirasi agar dilakukan penyegaran kepengurusan melalui mekanisme organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), apabila memang memenuhi ketentuan yang berlaku.
Di tengah berkembangnya aspirasi tersebut, muncul pula berbagai pandangan mengenai minimnya kegiatan organisasi setelah pelantikan kepengurusan. Sebagian wartawan bahkan menyebut kondisi itu telah memengaruhi eksistensi organisasi di tengah masyarakat. Namun demikian, penilaian tersebut masih merupakan pandangan dari sejumlah pihak dan hingga berita ini diterbitkan belum memperoleh tanggapan resmi dari pengurus DPC PJS Kabupaten Tojo Una-Una maupun Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PJS Sulawesi Tengah.
Sorotan juga muncul terhadap pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan di Pulau Papan. Berdasarkan informasi yang berkembang, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PJS Kabupaten Tojo Una-Una disebut tidak menghadiri kegiatan tersebut. Informasi itu juga masih memerlukan konfirmasi langsung dari yang bersangkutan agar diperoleh penjelasan secara utuh dan berimbang.
Selain itu, beredar pula pandangan dari sebagian kalangan media yang menyebut Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una merasa kecewa terhadap perkembangan organisasi. Namun informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Bupati maupun Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una. Oleh karena itu, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Di tengah menguatnya aspirasi Muscablub, sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin DPC PJS Kabupaten Tojo Una-Una pada periode berikutnya. Nama-nama yang berkembang di kalangan wartawan antara lain IS Wartabone, Mohamad Iksan Lapanyompa selaku Kepala Perwakilan Media Radar Nusantara, Usman Ayahu, serta Yaya Ladehu yang menjabat sebagai Kepala Biro Media Bidik Hukum.
Keempat nama tersebut dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak masing-masing di dunia jurnalistik. Khusus nama Yaya Ladehu, sejumlah wartawan menyebutnya sebagai salah satu figur yang memiliki pengalaman organisasi dan dinilai mampu melakukan pembenahan apabila mendapat amanah memimpin DPC PJS Kabupaten Tojo Una-Una. Meski demikian, seluruh nama yang beredar saat ini masih sebatas aspirasi dan belum menjadi keputusan resmi organisasi.
Bagi sebagian insan pers, Musyawarah Cabang Luar Biasa bukan sekadar memilih ketua baru. Forum tersebut dipandang sebagai momentum untuk membangun kembali semangat kebersamaan, memperkuat solidaritas antarsesama wartawan,







