DUMAI – Banjir akibat hujan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Dumai belum sepenuhnya mereda. Di tengah kondisi tersebut, banjir rob atau pasang keling mulai melanda sejumlah kawasan pada Senin.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Wahyu Wicaksono, mengatakan fenomena pasang keling mulai berdampak terhadap sejumlah wilayah di Dumai.
Menurut Wahyu, kondisi pasang air laut diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang periode pasang yang diperkirakan terjadi pada 30 September 2026 hingga awal Oktober 2026.
Pada Senin, banjir rob dilaporkan melanda sejumlah ruas jalan dan permukiman di Kecamatan Dumai Kota.
Beberapa lokasi yang terdampak antara lain Jalan Protokol Sultan Hasanuddin, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Anggur, Jalan Nangka, dan Jalan Pattimura.
Kondisi tersebut menambah kewaspadaan masyarakat, mengingat sebelumnya sejumlah wilayah Dumai juga masih menghadapi dampak banjir akibat hujan.
BPBD Dumai mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, bantaran Sungai Dumai, serta wilayah Rimba Sekampung, agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kenaikan muka air laut dan potensi genangan akibat pasang keling.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan saat banjir rob dapat berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan atau kecamatan, BPBD Kota Dumai, maupun layanan darurat 112 Dumai Idaman.
Selain ancaman genangan, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya hewan melata yang terdorong keluar dari habitatnya akibat banjir.
Warga diimbau mewaspadai keberadaan ular, buaya, dan hewan lainnya yang berpotensi muncul di sekitar permukiman maupun kawasan yang tergenang.
Dengan potensi pasang keling yang diperkirakan meningkat hingga awal Oktober, masyarakat di wilayah rawan diharapkan tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, dan segera melaporkan kondisi yang membutuhkan penanganan.







