Cuaca Buruk di Teluk Tomini, KM Sabuk Nusantara 99 Gagal Sandar di Pelabuhan Gorontalo, Penumpang Lanjutkan Perjalanan Lewat Jalur Darat

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO – Pelayaran KM Sabuk Nusantara 99 dari Pelabuhan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menuju Pelabuhan Gorontalo menghadapi tantangan berat akibat cuaca buruk yang melanda perairan Teluk Tomini.

Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Ampana pada Kamis, 23 Juli 2026, semula dijadwalkan tiba di Pelabuhan Gorontalo sesuai rute pelayaran. Namun, kondisi alam berkata lain. Ombak tinggi dan gelombang yang cukup kuat di kawasan Teluk Tomini membuat nahkoda harus mengutamakan keselamatan pelayaran.

Demi menghindari risiko yang dapat membahayakan kapal, awak kapal, maupun seluruh penumpang, nahkoda memutuskan untuk tidak memaksakan kapal memasuki Pelabuhan Gorontalo. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan seluruh orang yang berada di atas kapal.

Pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 06.00 WITA, KM Sabuk Nusantara 99 akhirnya diarahkan untuk berlabuh dengan aman di Muara Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Lokasi tersebut berjarak sekitar 50 kilometer dari Pelabuhan Gorontalo.

Meski perjalanan laut harus terhenti sebelum mencapai tujuan akhir, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berada dalam keadaan selamat. Tidak ada laporan mengenai korban maupun kerusakan yang membahayakan kapal selama menghadapi cuaca buruk tersebut.

Setelah kapal berhasil berlabuh dengan aman, para penumpang terpaksa melanjutkan perjalanan melalui jalur darat. Satu per satu mereka turun dari kapal sambil membawa barang bawaan masing-masing, kemudian menaiki kendaraan untuk menuju Kota Gorontalo. Perjalanan yang semula diharapkan berakhir di pelabuhan harus dilanjutkan dengan menempuh puluhan kilometer melalui jalan darat.

Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa pelayaran di Teluk Tomini sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Gelombang tinggi dan angin kencang dapat berubah dalam waktu singkat sehingga setiap keputusan nahkoda menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan pelayaran.

Di balik perubahan rencana tersebut, para penumpang menunjukkan pengertian terhadap situasi yang terjadi. Meskipun harus menambah waktu perjalanan dan berpindah moda transportasi, keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar.

Cuaca ekstrem di wilayah perairan Indonesia, khususnya Teluk Tomini, memang kerap menjadi tantangan bagi transportasi laut. Karena itu, koordinasi antara pihak kapal dengan otoritas pelabuhan serta pemantauan kondisi cuaca menjadi bagian penting agar setiap pelayaran dapat berlangsung dengan aman.

Peristiwa yang dialami KM Sabuk Nusantara 99 menjadi pengingat bahwa di tengah luasnya lautan, keselamatan harus selalu ditempatkan di atas segala kepentingan. Jadwal dapat berubah, tujuan dapat tertunda, namun setiap penumpang yang tiba dengan selamat merupakan keberhasilan terbesar dalam sebuah pelayaran.

Pewarta:Ahmad Tuliabu

Berita Terkait

CFN Dumai Kembali Digelar di TBG, 102 Tenant Permanen Disiapkan untuk Pelaku Usaha
Pemko Dumai Bahas Pengembangan LPJU melalui Skema KPDBU, Target Hampir 20 Ribu Titik
Matangkan Kolaborasi Strategis di Surabaya, PT Pelabuhan Dumai Berseri Siap Naik Kelas
GMPB Pasang Badan untuk Agrinas: Mafia Tanah Riau Diminta Dibongkar sampai Aliran Dana
30 Kader IPK Dumai Digembleng Wawasan Kebangsaan, Dorong Pemuda Jadi Pionir Pembangunan
Dinas PU Dumai Gencarkan Pembersihan Drainase, Tekan Risiko Banjir
Jembatan Sungai Masjid Lama Mulai Diperbaiki, Akses Menuju Kawasan Industri Lubuk Gaung Kembali Dibenahi
Polsek Dumai Barat Tangkap Dua Tersangka Pencurian Pupuk
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:09 WIB

CFN Dumai Kembali Digelar di TBG, 102 Tenant Permanen Disiapkan untuk Pelaku Usaha

Sabtu, 19 September 2026 - 11:40 WIB

Pemko Dumai Bahas Pengembangan LPJU melalui Skema KPDBU, Target Hampir 20 Ribu Titik

Sabtu, 19 September 2026 - 10:39 WIB

Matangkan Kolaborasi Strategis di Surabaya, PT Pelabuhan Dumai Berseri Siap Naik Kelas

Sabtu, 19 September 2026 - 10:03 WIB

GMPB Pasang Badan untuk Agrinas: Mafia Tanah Riau Diminta Dibongkar sampai Aliran Dana

Sabtu, 19 September 2026 - 09:44 WIB

30 Kader IPK Dumai Digembleng Wawasan Kebangsaan, Dorong Pemuda Jadi Pionir Pembangunan

Berita Terbaru