Demokrasi Yang Baik Tanpa Harus Ada Intervensi

- Penulis

Sabtu, 7 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


PADANG LAWAS –
Pelaksanaan demokrasi yang baik dan sukses tanpa ada intervensi dari berbagai pihak. Terkhusus aparat hukum.

“Kita Khawatir terjadi ketidakadilan dalam pelaksanaan Pemilukada di Padang Lawas, apabila ada campur tangan atau keberpihakan aparat hukum dan penyelenggara pemilukada tersebut. Oleh karena, mari bangun kepercayaan pelaksanaan demokrasi yang taat aturan tanpa mencederai pihak peserta pemilukada itu sendiri, demikian disampaikan Amran Pulungan (photo), Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati pembaharuan Indonesia (LP2I) kepada beberapa Media di Pasar Sibuhuan,  (6/9-2024).

Amran yang sering disapa Ampul berkeyakinan, dalam pelaksanaan pesta demokrasi atau pestanya rakyat di Padang Lawas khususnya akan berjalan dengan baik, apa bila pihak penyelenggara itu tetap dalam rambu-rambu aturan. Seiring dengan penegakan aturan oleh Bawaslu atas tindakan yang melanggar ketentuan, terkhusus penegakan aturan terhadap aparat pemerintah tingkat  desa yang berpihak kepada salah satu calon. 

Lanjut Ampul, Kita mau Pemilukada ini benar-benar pestanya rakyat, buka pestanya aparat atau penyelenggara, tegas Ampul, dengan harapan 

para penyelenggara pemilukada untuk lebih fokus demi kepentingan umum dengan menciptakan penyelenggara yang berkualitas ditingkatan desa terkhusus KPPS dan Panitia Pengawas TPS. Sehingga mereka tahu tufoksinya sebagai penyelenggara, bukan malah jadi tim sukses di TPS. 

Kenyamanan dan ketenangan dalam menggunakan hak pada Pemilukada 27 November 2024 harapan warga masyarakat dalam memilih pemimpin untuk masadepan Padang Lawas. Kita hari ini dan kita juga untuk kemudian hari. Jangan sampai ada pihak luar yang manjadi dalang kerusakan Padang Lawas. 

Anggaran untuk pelaksanaan Pemilukada di Padang Lawas termasuk lumayan Rp 34,6 Miliar yang dianggarkan untuk estimasi 5 pasangan. Namun yang mendaftar hanya 2 pasangan. “Jadi jangan sampai nanti dengan anggaran segitu hasilnya  mengecewakan masyarakat Pemilik Suara di Pasang Lawas khususnya,” sebut Ampul. 

Kalau soal puas tidak puasnya hasil Pemilukada nantinya ada ruang melakukan gugatan. Asal jangan menyampingkan aturan Pemilukada itu sendiri.

(ASWIN)

Berita Terkait

35 Orang Guru SDN Non ASN Bersertifikat Hearing ke DPRD Untuk Mencairkan Tunjangan
Komisi II DPRD Kota Dumai Gelar RDP Terkait Retribusi Pelayanan Kepelabuhan
Naray Hospital Dumai Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Pemko dan BPJS Kesehatan
Dalam Penelitian Peran Polri Menangani Unjuk Rasa, Polres Dumai Terima Tim Puslitbang Polri
Kanwil Imigrasi Riau Cek Pelayanan Keimigrasian dan Lalulintas Penumpang di Pelabuhan Dumai
Jalin Silaturahmi, Karutan Dumai Kunjungi Wali Kota Dumai
Kepolisian Daerah Riau Tinjau Jembatan Rusak di Dumai dan Segera di Perbaikan
Satpol PP Bubarkan Secara Paksa Pasangan Muda – Mudi di Varia Salon

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 16:34 WIB

35 Orang Guru SDN Non ASN Bersertifikat Hearing ke DPRD Untuk Mencairkan Tunjangan

Senin, 2 Maret 2026 - 16:14 WIB

Komisi II DPRD Kota Dumai Gelar RDP Terkait Retribusi Pelayanan Kepelabuhan

Senin, 2 Maret 2026 - 15:38 WIB

Naray Hospital Dumai Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Pemko dan BPJS Kesehatan

Senin, 2 Maret 2026 - 15:23 WIB

Dalam Penelitian Peran Polri Menangani Unjuk Rasa, Polres Dumai Terima Tim Puslitbang Polri

Senin, 2 Maret 2026 - 08:43 WIB

Kanwil Imigrasi Riau Cek Pelayanan Keimigrasian dan Lalulintas Penumpang di Pelabuhan Dumai

Berita Terbaru