Dinas Perikanan Bengkalis Tinjau dan Identifikasi Lima Lokasi Calon Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Rupat

- Penulis

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perikanan terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan sektor perikanan tangkap dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Salah satunya melalui persiapan usulan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Pulau Rupat.

Sebagai bagian dari proses tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir, bersama Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Sofyan, dan Penyuluh Perikanan, Nasrul Amri, didampingi Kepala UPT Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pulau Rupat, M. Ali, melaksanakan peninjauan dan identifikasi lapangan terhadap sejumlah lokasi yang dipersiapkan untuk diusulkan sebagai calon lokasi KNMP.

Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai potensi, kondisi eksisting, karakteristik lokasi, aktivitas masyarakat nelayan, aksesibilitas, ketersediaan lahan, serta sarana dan prasarana pendukung kegiatan perikanan.

Lima Lokasi Menjadi Sasaran Identifikasi

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan dan identifikasi pada tujuh lokasi yang tersebar di Kecamatan Rupat Utara dan Kecamatan Rupat, yaitu Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara, Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Desa Puteri Sembilan, Kecamatan Rupat Utara, Desa Makeruh, Kecamatan Rupat, Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat

Peninjauan lapangan dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat nelayan, mulai dari aktivitas perikanan tangkap, kondisi sosial ekonomi masyarakat, akses menuju lokasi, potensi pengembangan usaha, hingga kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir, menyampaikan bahwa peninjauan tersebut merupakan langkah penting dalam mempersiapkan usulan yang berbasis pada kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kita ingin melihat secara langsung kondisi dan potensi masing-masing lokasi. Data dan informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan penting dalam penyusunan dan pematangan usulan, sehingga program yang direncanakan nantinya dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat nelayan,” ujar Mohammad Azmir.

Mendukung Arah Kebijakan Bupati Bengkalis

Upaya persiapan calon lokasi KNMP tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., M.MP., dalam mendorong pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta memperkuat sektor perikanan dan ekonomi masyarakat pesisir.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap KNMP juga telah diwujudkan melalui keterlibatan pemerintah daerah dalam pembangunan KNMP di Kabupaten Bengkalis. Pada Januari 2026, pembangunan KNMP tahap II di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, dimulai dan menjadi salah satu bagian dari pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Bengkalis.

Melalui kebijakan dan dukungan tersebut, Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni mendorong agar pembangunan di sektor perikanan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas, penguatan usaha, serta kesejahteraan masyarakat nelayan.

Hal ini sejalan dengan tujuan program KNMP yang diarahkan untuk memperkuat kawasan nelayan melalui pembangunan sarana dan prasarana serta pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menempatkan KNMP sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional.

Penguatan Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Nelayan

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Sofyan mengatakan bahwa setiap lokasi memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga diperlukan identifikasi secara langsung.

“Masing-masing lokasi mempunyai karakteristik dan potensi yang berbeda. Melalui peninjauan langsung ini, kita dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap sebagai bahan penyusunan dan pematangan usulan Kampung Nelayan Merah Putih,” jelas Sofyan.

Sementara itu, Penyuluh Perikanan Nasrul Amri turut memberikan informasi mengenai kondisi masyarakat nelayan, aktivitas usaha perikanan, serta potensi pengembangan ekonomi yang terdapat di masing-masing lokasi.

Peran penyuluh menjadi penting dalam menghimpun informasi dari masyarakat sekaligus menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dengan kelompok nelayan dalam proses persiapan usulan program.

Kepala UPT PPI Pulau Rupat, M. Ali, turut memberikan gambaran mengenai aktivitas perikanan tangkap, kondisi fasilitas pendukung, serta karakteristik kegiatan nelayan di wilayah Pulau Rupat.

Menuju Pengembangan Kampung Nelayan yang Berkelanjutan

Melalui peninjauan dan identifikasi lapangan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berupaya memastikan bahwa setiap usulan calon lokasi KNMP disusun berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan.

Hasil identifikasi selanjutnya akan menjadi bahan bagi Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis dalam melakukan kajian, evaluasi, dan pematangan usulan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan program yang berlaku.

Dengan dukungan Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., M.MP., serta sinergi perangkat daerah, penyuluh perikanan, UPT PPI, pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat nelayan, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan tangkap sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Pulau Rupat.

Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus menghadirkan pembangunan yang berbasis pada potensi daerah dan kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat nelayan sebagai salah satu penggerak ekonomi di wilayah pesisir. (Marhisam)

Berita Terkait

Kadishub Dumai Said Effendi Klarifikasi Sorotan Retribusi Angkutan Barang
INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN
Musrembang Desa Katupat Dipertanyakan, Keterlibatan BPD dan Pengelolaan Anggaran Jadi Sorotan
Kekerasan Seksual Jadi Kasus Tertinggi di Dumai, 31 Kasus hingga Agustus 2026
Jadi Sorotan, KPR Rutan Dumai Mintak Nomer Rekening Wartawan
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Kunjungi Dumai, Hadiri Bazar Murah dan Bakti
Imigrasi Dumai dan Kelurahan Pelintung Teken Kerja Sama Program Desa Binaan Imigrasi
Satpol PP Dumai Sosialisasi Perda dan Perwako
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:41 WIB

Kadishub Dumai Said Effendi Klarifikasi Sorotan Retribusi Angkutan Barang

Kamis, 24 September 2026 - 16:36 WIB

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN

Kamis, 24 September 2026 - 14:20 WIB

Musrembang Desa Katupat Dipertanyakan, Keterlibatan BPD dan Pengelolaan Anggaran Jadi Sorotan

Kamis, 24 September 2026 - 14:15 WIB

Dinas Perikanan Bengkalis Tinjau dan Identifikasi Lima Lokasi Calon Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Rupat

Kamis, 24 September 2026 - 06:54 WIB

Kekerasan Seksual Jadi Kasus Tertinggi di Dumai, 31 Kasus hingga Agustus 2026

Berita Terbaru

Berita

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN

Kamis, 24 Sep 2026 - 16:36 WIB