DPR Bergerak, Wakil Presiden Tetangga RI Mulai Dimakzulkan Hari Ini

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte. (REUTERS/Eloisa Lopez/File Photo)

JAKARTA – Wakil Presiden Filipina Sara Duterte menghadapi ujian politik terbesar dalam kariernya setelah parlemen atau DPR negara tersebut dijadwalkan menggelar pemungutan suara pada Senin (11/5/2026) terkait proses pemakzulan dirinya. Langkah tersebut berpotensi menjadi hambatan serius bagi ambisinya maju dalam pemilihan presiden 2028.

Proses pemakzulan ini memperdalam konflik politik antara keluarga Duterte dan kubu Presiden Ferdinand Marcos Jr., dua kekuatan besar yang sebelumnya bersekutu dalam kemenangan telak pada pemilu 2022 namun kini berubah menjadi rival sengit.

Jika mayoritas anggota majelis rendah mendukung pemakzulan tersebut, Senat Filipina wajib menggelar persidangan dengan para senator bertindak sebagai juri. Bila terbukti bersalah, Sara Duterte bukan hanya terancam kehilangan jabatan wakil presiden, tetapi juga dilarang terjun ke dunia politik.

Komite kehakiman parlemen bulan lalu menyatakan terdapat dasar yang cukup untuk melanjutkan proses pemakzulan terhadap Sara Duterte. Petisi itu diajukan kelompok aktivis yang menuduhnya menyalahgunakan dana publik, memiliki kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, serta mengancam keselamatan Presiden Marcos Jr., istrinya, dan mantan ketua parlemen.

Meski menghadapi tekanan politik besar, Sara Duterte masih dianggap sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Marcos pada pemilu 2028. Konstitusi Filipina membatasi masa jabatan presiden hanya satu periode sehingga Marcos tidak dapat kembali mencalonkan diri.

Hubungan keduanya berubah drastis dibanding situasi pada 2022 ketika Marcos dan Duterte maju dalam tiket politik bersama dan sama-sama menang telak dalam pemilu terpisah untuk presiden dan wakil presiden.

Sara Duterte bahkan sebelumnya telah meminta maaf karena membantu membawa Marcos ke tampuk kekuasaan.

Duterte membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Tim hukumnya menyebut petisi impeachment tersebut cacat secara hukum dan hanya merupakan “fishing expedition”.

Dilansir Reuters, jadwal pemungutan suara Senin dikonfirmasi Sekretaris Jenderal DPR Filipina Cheloy Garafil dan anggota komite kehakiman Leila de Lima. Jika lebih dari sepertiga anggota majelis rendah mendukung impeachment, maka proses otomatis dilanjutkan ke Senat untuk persidangan resmi.

Upaya pemakzulan ini menjadi pukulan terbaru bagi keluarga Duterte yang selama bertahun-tahun mendominasi politik Filipina.

Ayah Sara Duterte, Rodrigo Duterte, saat ini juga menghadapi tekanan internasional dan menunggu persidangan di Mahkamah Pidana Internasional terkait perang melawan narkoba selama masa pemerintahannya pada 2016-2022 yang menewaskan ribuan orang.

Konflik politik antara Sara Duterte dan Marcos juga terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Tahun lalu, DPR Filipina sebenarnya sudah pernah meloloskan pemakzulan terhadap Sara Duterte. Namun keputusan tersebut dibatalkan Mahkamah Agung karena masalah prosedural.

Apabila akhirnya dimakzulkan, Sara Duterte berpotensi menjadi pejabat tertinggi Filipina yang mengalami proses tersebut sejak mantan Presiden Joseph Estrada pada tahun 2000. Persidangan Estrada kala itu gagal dilanjutkan setelah jaksa penuntut keluar dari sidang.

Selain Estrada, Filipina juga pernah memakzulkan tiga pejabat tinggi lainnya, termasuk seorang ombudsman dan kepala komisi pemilu yang mengundurkan diri sebelum persidangan selesai.

Satu-satunya pejabat tinggi yang benar-benar divonis bersalah dalam proses impeachment di Filipina adalah mantan Ketua Mahkamah Agung Renato Corona.

Sementara itu, Marcos sendiri sempat menghadapi upaya impeachment terpisah pada Februari lalu. Namun langkah itu gagal setelah sekutunya di Kongres memilih menolaknya.

Marcos berupaya menjaga jarak dari proses hukum terhadap Sara Duterte dan tidak secara terbuka terlibat dalam proses tersebut.

(CNBC Indonesia)

Editor : Feri Windria

Berita Terkait

Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?
Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi
BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar
Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan
Atasi Kemacetan, Satlantas Polres Dumai Rekayasa Lalu Lintas Jalan Janur Kuning Selama Sepekan
Agenda 15 oktober dipertanyakan, warga desa mire kecewa tak temui anggota DPRD
Kendalikan Banjir, Pemko Dumai Kerjakan Drainase di Jalan Budi Kemuliaan
Dishub Dumai Relokasi Tiga Tiang Rambu Jalan, Dukung Kelancaran Pelebaran Parit
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:48 WIB

BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:31 WIB

Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:22 WIB

Atasi Kemacetan, Satlantas Polres Dumai Rekayasa Lalu Lintas Jalan Janur Kuning Selama Sepekan

Berita Terbaru