TOJO UNA-UNA, SULTENG – Pelayanan penumpang kapal feri pada rute Pelabuhan Ampana menuju Pelabuhan Paguat, Provinsi Gorontalo, dikeluhkan dua orang wartawan yang mengaku tidak mendapatkan nomor tempat tidur meskipun telah membeli tiket sesuai tarif yang ditetapkan.
Peristiwa tersebut dialami kedua wartawan saat hendak melakukan perjalanan dari Pelabuhan Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menuju Pelabuhan Paguat, Provinsi Gorontalo, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurut keterangan yang disampaikan, keduanya telah membayar tiket sesuai tarif yang berlaku. Namun, setelah mendapatkan tiket, mereka mendapati tidak adanya nomor tempat tidur yang tercantum sebagai penanda tempat istirahat selama perjalanan.
Kondisi itu membuat keduanya merasa kesulitan mencari tempat untuk beristirahat. Mereka mengaku harus berpindah-pindah tempat karena penumpang lain yang memiliki tiket dengan nomor tempat tidur meminta mereka meninggalkan tempat yang ditempati.
Salah seorang wartawan, Ramla, menyayangkan kondisi pelayanan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama rekannya telah memenuhi kewajiban sebagai penumpang dengan membayar tiket sesuai ketentuan.
“Kami membayar tiket sesuai tarif yang telah ditentukan. Kami tidak mengandalkan profesi kami sebagai jurnalis untuk mendapatkan perlakuan khusus. Kami hanya berharap mendapatkan pelayanan yang layak sebagai penumpang yang sudah membayar tiket,” ujar Ramla.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan tentang meminta keistimewaan karena berprofesi sebagai wartawan, melainkan menyangkut kejelasan hak penumpang setelah membeli tiket perjalanan.
Ia berharap pihak pengelola kapal feri maupun petugas pelayanan di pelabuhan dapat memberikan penjelasan mengenai alasan tiket yang dibeli tidak dilengkapi nomor tempat tidur.
Selain itu, pengelola diharapkan memastikan setiap penumpang memperoleh informasi yang jelas mengenai fasilitas yang menjadi haknya, sehingga tidak terjadi kebingungan maupun perselisihan antarpengguna jasa selama perjalanan.
Pelayanan transportasi laut yang baik dinilai penting, terutama bagi penumpang yang menempuh perjalanan antardaerah. Kejelasan informasi tiket, pengaturan tempat istirahat, serta sikap petugas dalam membantu penumpang menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan dan ketertiban di atas kapal.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak pengelola kapal feri terkait keluhan kedua wartawan tersebut. Klarifikasi dari pihak terkait diperlukan untuk mengetahui penyebab tiket tanpa nomor tempat tidur serta mekanisme penempatan penumpang pada rute Ampana–Paguat.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan awal narasumber. Konfirmasi dari pihak pengelola kapal feri masih diperlukan agar persoalan dapat diberitakan secara berimbang.
Pewarta: Ahmad Tuliabu







