GORONTALO – Pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, menuai sorotan dari Aktivis Pemuda Gorontalo, Fery Isa. Ia mempertanyakan kualitas pekerjaan, keterbukaan penggunaan anggaran, serta pengawasan terhadap proyek yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, khususnya anak-anak.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi pada Selasa, 28 Juli 2026, sekitar pukul 14.35 WITA, Fery Isa mengaku menemukan sejumlah kondisi yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius. Di antaranya, dinding yang terlihat retak, adukan semen yang dinilai tidak merata, serta beberapa bagian pekerjaan yang menurutnya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
«”Ini program untuk anak-anak, untuk gizi mereka. Tapi kalau kualitas bangunannya sejak awal sudah dipertanyakan, bagaimana masyarakat bisa merasa yakin terhadap keamanan bangunan ini ke depan?” ujar Fery Isa.»
Menurut Fery, terdapat tiga persoalan utama yang harus segera dievaluasi oleh instansi terkait.
Pertama, menyangkut kualitas pekerjaan. Ia menduga material maupun hasil pekerjaan di lapangan belum memenuhi standar yang semestinya. Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, kondisi itu berpotensi menimbulkan persoalan pada masa mendatang.
Kedua, mengenai transparansi anggaran. Fery mengaku tidak menemukan papan informasi proyek yang memuat secara lengkap nilai kontrak, sumber pendanaan, identitas pelaksana, maupun jangka waktu pekerjaan.
«”Uang negara harus dikelola secara terbuka. Masyarakat berhak mengetahui siapa pelaksananya, berapa anggarannya, dan bagaimana pelaksanaannya,” tegasnya.»
Ketiga, ia menyoroti aspek pengawasan. Menurut Fery, pengawasan dari pihak teknis maupun instansi yang berwenang perlu dilakukan secara optimal agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
«”Program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan anak-anak jangan sampai tercoreng karena dugaan pekerjaan yang tidak sesuai standar. Pengawasan harus dilakukan secara serius,” katanya.»
Sejumlah warga juga mengaku berharap proyek tersebut dapat dikerjakan dengan baik mengingat fasilitas tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Mereka berharap seluruh proses pembangunan dilakukan secara profesional dan terbuka.
Atas dasar itu, Fery Isa mendesak Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Dinas Pekerjaan Umum, Inspektorat, serta aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dengan ketentuan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Berita ini akan diperbarui apabila terdapat tanggapan atau klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.
Pewarna: Ahmad Tuliabu
Redaksi : Feri Windria







