Inflasi AS Belum Reda, Pasar Kripto Terancam Goyang? Ini Kata INDODAX

- Penulis

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA  – The Fed dan kripto kembali menjadi perhatian pasar setelah bank sentral Amerika Serikat masih menyoroti risiko inflasi dalam catatan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis 7 Oktober 2026.

Catatan rapat FOMC untuk pertemuan 15–16 September 2026 menunjukkan para pembuat kebijakan masih melihat inflasi sebagai salah satu risiko utama. Dalam pertemuan tersebut, The Fed memutuskan menaikkan suku bunga acuan ke level 3,75–4,00 persen.

Mayoritas pejabat The Fed juga menilai masih terbuka kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun. Namun, arah kebijakan berikutnya belum bersifat final dan akan bergantung pada perkembangan data ekonomi, kondisi geopolitik serta keseimbangan risiko.

Chief Marketing Officer INDODAX Aloysia Dian mengatakan investor aset kripto perlu membaca perkembangan kebijakan moneter AS secara menyeluruh. Menurut dia, pergerakan kripto tidak hanya ditentukan oleh satu indikator ekonomi.

“Catatan rapat FOMC menunjukkan bahwa inflasi masih menjadi perhatian The Fed. Namun, pergerakan aset kripto dipengaruhi banyak faktor, mulai dari likuiditas global, kondisi ekonomi, regulasi, hingga dinamika masing-masing aset. Karena itu, investor perlu melihat konteks yang lebih luas dan tidak bertumpu pada satu indikator ekonomi,” ujarnya.

Investor Menunggu Arah FOMC
Perhatian pasar kini mengarah pada rapat FOMC berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Oktober.

Menjelang pertemuan tersebut, ekonomi Amerika Serikat masih dinilai tumbuh solid dengan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Karena itu, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS untuk membaca kemungkinan arah kebijakan moneter berikutnya.

Transaksi Kripto Indonesia Tumbuh
Di tengah ketidakpastian pasar global, aktivitas aset kripto di Indonesia justru menunjukkan pertumbuhan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah konsumen pedagang aset keuangan digital dan kripto mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 1,23 persen dibandingkan Juli.

Nilai transaksi aset kripto pada periode yang sama mencapai Rp23,16 triliun atau tumbuh 12,87 persen secara bulanan.

Aktivitas perdagangan di INDODAX juga meningkat. Volume transaksi platform tersebut mencapai Rp9 triliun pada Agustus 2026, naik sekitar 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Aloysia menilai pertumbuhan itu menunjukkan aktivitas perdagangan aset kripto domestik tetap berjalan di tengah perubahan kebijakan moneter dan dinamika pasar global.

Namun, pertumbuhan jumlah investor dan transaksi perlu diikuti pemahaman yang lebih baik mengenai karakteristik aset kripto serta risiko investasinya.

“Melihat partisipasi masyarakat yang terus bertumbuh secara positif menunjukkan bahwa aset kripto semakin menjadi bagian penting dari perekonomian nasional. Namun, hal ini juga menjadi pengingat bahwa investor tetap perlu melakukan riset mandiri, memahami risiko, dan tidak hanya berorientasi pada pergerakan pasar jangka pendek,” tambahnya.

INDODAX menyatakan terus mendorong literasi investor melalui INDODAX Academy. Platform edukasi tersebut menyediakan materi mengenai aset kripto dan teknologi blockchain.

Masyarakat juga diimbau menggunakan saluran resmi INDODAX untuk memperoleh informasi terkait layanan dan memastikan informasi yang diterima akurat serta terverifikasi.

Berita Terkait

Apical Bekali Karyawan Hadapi Masa Pensiun, Peluang Usaha Jadi Inspirasi Baru
Polres Dumai Ungkap DPO Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan di Bengkalis
Kualitas Udara Dumai Masih Tidak Sehat, Sekolah Diminta Patuhi Edaran PJJ
Dugaan “Titip Keluarga” di Anak Usaha Pertamina Disorot, GM Iwan Kurniawan Diminta Bongkar Sistem Rekrutmen
Tim Intelkam Polda Riau Kunjungi Markas Gagak Hitam, Bahas Pelestarian Seni dan Budaya
Dishub Riau Tambah Armada Roro Dumai–Rupat, KMP Persada Nusantara Diterjunkan Pangkas Antrean
Data Bansos Tak Boleh Asal Catat, Kejari Dumai Ingatkan TKSK dan PSM Soal Akurasi hingga Potensi Penyimpangan
GCG Pertamina: Ada Aturan, Tapi Sejauh Mana Dijalankan?
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Apical Bekali Karyawan Hadapi Masa Pensiun, Peluang Usaha Jadi Inspirasi Baru

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Polres Dumai Ungkap DPO Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan di Bengkalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Kualitas Udara Dumai Masih Tidak Sehat, Sekolah Diminta Patuhi Edaran PJJ

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Dugaan “Titip Keluarga” di Anak Usaha Pertamina Disorot, GM Iwan Kurniawan Diminta Bongkar Sistem Rekrutmen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Tim Intelkam Polda Riau Kunjungi Markas Gagak Hitam, Bahas Pelestarian Seni dan Budaya

Berita Terbaru