DUMAI – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Dumai, Kamis (1/10/2026). Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah, meski berdasarkan informasi yang disampaikan, tidak ditemukan titik Karhutla di wilayah Dumai.
Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi dampak kabut asap bagi kesehatan, terutama risiko gangguan pernapasan dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Fahmi meminta para camat dan lurah di Kota Dumai turut meneruskan imbauan tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Menurutnya, perlindungan kesehatan perlu dilakukan sejak dini, terutama ketika kondisi udara berpotensi mengalami penurunan akibat keberadaan kabut asap.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara dirasakan tidak mendukung.
Fahmi mengimbau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai agar mengingatkan peserta didik untuk menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan ketika mengikuti aktivitas di luar ruangan.
Imbauan tersebut dinilai penting mengingat anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara terdampak kabut asap.
Selain persoalan kesehatan, pemerintah juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Warga diminta tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka, maupun membuka lahan dengan cara membakar.
Kewaspadaan terutama diperlukan di kawasan yang memiliki lahan gambut. Api yang muncul di lahan gambut berpotensi menyebar dan relatif sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.
Pemerintah Kota Dumai juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran hutan dan lahan, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui 112 Dumai Idaman.
Laporan sedini mungkin diharapkan dapat mempercepat proses penanganan sehingga potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
Di tengah kembali munculnya kabut asap, kewaspadaan masyarakat menjadi penting. Pemerintah mengimbau warga tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika diperlukan, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla.







