DUMAI – Kilang Pertamina Dumai menunjukkan komitmennya dalam pelibatan tenaga kerja dan pengusaha lokal melalui pertemuan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Dumai yang dilaksanakan pada Selasa (26/01) di Main Office PT KPI RU II Dumai. Pertemuan ini membahas peluang keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek perawatan besar Turn Around (TA) Kilang Pertamina Dumai.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjunjung tinggi nilai AKHLAK, Kilang Pertamina Dumai menegaskan bahwa pelibatan tenaga kerja dan vendor lokal harus tetap mengedepankan pemenuhan standar keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan (HSSE), kualitas, serta prinsip Good Corporate Governance (GCG).
“Kami membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal, vendor lokal, serta masyarakat sekitar untuk terlibat dalam proyek Turn Around, dengan tetap mempertimbangkan kualitas, kompetensi, dan standar ketat yang telah ditetapkan perusahaan,” ujar Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) Kilang Pertamina Dumai, Isnandhi Dwi Saputra.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, dihadiri oleh Ketua Kadin Kota Dumai Zulfan Ismaini, SH, didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kemitraan Nasbih Lubis, Amd, Wakil Ketua Bidang SDM Irwandi, M.Kom, Wakil Ketua Bidang UMKM Drs. Helmi, serta Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Investasi Muhammad Arief, S.Sos. Dari pihak PT KPI RU II Dumai, hadir SMOM Isnandhi Dwi Saputra bersama Manager Turn Around Lilik Riyanto dan Assistant Manager Turn Around Abdul Hafizd.
Kilang Pertamina Dumai memahami bahwa pelibatan tenaga kerja dan pengusaha lokal, dengan dukungan Kadin Dumai, akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kota Dumai serta menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan energi nasional.
Namun demikian, keterlibatan tersebut tetap mensyaratkan pemenuhan standar ketat yang berlaku di industri migas, mencakup aspek keselamatan, kualitas, kompetensi, serta kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip Good Corporate Governance. Proses identifikasi dan pembinaan akan dilakukan guna memastikan seluruh pihak yang terlibat memenuhi persyaratan tersebut.
Lebih lanjut, Isnandhi menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari sinergi jangka panjang antara PT KPI dengan para pemangku kepentingan daerah, dengan tetap menempatkan aspek keselamatan dan keandalan operasional sebagai prioritas utama.
“Sinergi ini dibangun untuk menjaga hubungan yang harmonis, namun tetap memastikan seluruh kegiatan proyek Turn Around dilaksanakan sesuai standar sehingga operasional kilang berjalan aman, andal, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ketua Kadin Kota Dumai, Zulfan Ismaini, SH, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini sangat strategis untuk memastikan proyek Turn Around dapat berjalan aman, tepat waktu, dan berkualitas, dengan dukungan mitra kerja lokal yang kompeten.
“Kami berharap proyek Turn Around tidak hanya berhasil secara operasional, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” ungkap Zulfan.
Sebagai informasi, proyek perawatan besar Turn Around dilaksanakan setiap lima tahun sekali dan melibatkan ribuan tenaga kerja. Pada pelaksanaan terakhir tahun 2020, proyek ini melibatkan sekitar 6.000 tenaga kerja dan menjadi salah satu penggerak ekonomi Kota Dumai di tengah kondisi pandemi Covid-19.






