ket foto : Muhammad Arief
DUMAI – Muhammad Arief, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, S.E., M.M., sekaligus Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Investasi KADIN Dumai, mengangkat isu integrasi UMKM dalam perdagangan internasional melalui pendekatan Actor Network Theory. Dalam posisinya di KADIN, Arief melihat bahwa tantangan utama bukan hanya pada aspek kelembagaan, tetapi pada dinamika hubungan antar aktor yang membentuk ekosistem perdagangan lintas negara.
Menurut Arief, KADIN Dumai telah menunjukkan kapasitas kelembagaan melalui berbagai program seperti business matching internasional, pelatihan UMKM berbasis ekspor, dan penguatan jejaring kerja sama luar negeri. Namun, integrasi UMKM ke pasar global masih menghadapi hambatan yang bersumber dari kesenjangan pemahaman terhadap standar mutu, prosedur ekspor, dan sistem logistik internasional.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan perdagangan internasional tidak hanya ditentukan oleh kesiapan organisasi, tetapi juga oleh stabilitas hubungan antar aktor manusia dan non manusia.
Arief menjelaskan bahwa Actor Network Theory memandang efektivitas organisasi sebagai hasil dari kemampuan mengelola relasi dalam jaringan. Dalam konteks KADIN Dumai, aktor manusia mencakup pengurus KADIN, pelaku UMKM, mitra bisnis, dan mitra internasional, sedangkan aktor non manusia meliputi regulasi perdagangan, standar sertifikasi, dokumen ekspor, dan sistem logistik.
Ketika proses translasi tidak berjalan optimal, UMKM kesulitan menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar global.
Sebagai gagasan profesional, Arief mengusulkan penguatan peran KADIN sebagai pengelola jaringan perdagangan internasional. Pertama, memperkuat proses pendampingan UMKM agar mampu memenuhi standar global.
Kedua, meningkatkan koordinasi dengan lembaga sertifikasi dan logistik untuk menyederhanakan alur ekspor. Ketiga, memperluas jejaring kerja sama internasional agar UMKM memiliki akses pasar yang lebih luas.
Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat integrasi UMKM lokal ke dalam rantai nilai global secara berkelanjutan.
Dalam pandangan Dr. Chandra Bagus sebagai peneliti Ilmu Manajemen, ketika dimintai pendapat Arief, gagasan ini memberikan pemahaman yang jelas mengenai posisi KADIN Dumai dalam ekosistem perdagangan internasional.
Dr. Chandra mengapresiasi kemampuan Arief membaca hubungan antara aktor manusia dan non manusia dalam membentuk kesiapan UMKM untuk masuk ke pasar global.
Ia menegaskan bahwa penguatan peran KADIN sebagai pengelola jaringan akan menjadi kunci agar UMKM lokal mampu menyesuaikan diri dengan standar dan dinamika perdagangan lintas negara secara lebih efektif.






