Kapolda Riau Lepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi, Sasar 17 Desa di Wilayah 3T

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan resmi melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tahun 2026 dalam apel kesiapan yang digelar di Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026).

Program yang menjadi implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir hingga titik terluar itu akan menjangkau 17 desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai upaya memperkuat persatuan, menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolda mengatakan Provinsi Riau memiliki posisi strategis karena memiliki wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan terluar yang menjadi bagian penting dari kedaulatan bangsa.

Karena itu, kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dengan mendengar aspirasi masyarakat, memahami kebutuhan mereka, serta menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata.

“Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran negara hingga ke wilayah terluar. Fokus kita bukan memberi label pada suatu wilayah, melainkan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat,” kata Irjen Herry.

Mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan,” Herry menegaskan ekspedisi menjadi momentum menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan melalui kolaborasi Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, nelayan, dan seluruh komponen bangsa.

Ia menginstruksikan seluruh personel agar membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap setiap potensi persoalan, serta hadir lebih awal untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bersama masyarakat.

Menurut Kapolda, pengabdian kepada masyarakat juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, Green Policing menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi, khususnya melalui restorasi kawasan mangrove di sepanjang pesisir Riau yang terus menghadapi ancaman abrasi.

“Kalau mangrove terus mengalami abrasi, wilayah NKRI juga akan terus menyusut. Karena itu kita harus bersama-sama mendukung restorasi mangrove. Pesan Bapak Presiden sangat jelas, ketika pohon berkurang maka kita harus menanam kembali. Menjaga alam berarti menjaga kehidupan generasi hari ini dan masa depan,” ujarnya.

Kapolda berharap ekspedisi tersebut mampu memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, menumbuhkan semangat kebangsaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan wilayah terluar, sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan keselamatan, menjaga kehormatan institusi, dan menjadi wajah Polri yang melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat.

Sementara itu, Karo Ops Polda Riau Kombes Ino Harianto mengatakan, seluruh aspek operasional telah dipersiapkan agar pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Kegiatan akan berlangsung secara bertahap hingga 17 Agustus 2026 dengan menyasar 17 desa di wilayah 3T yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Menurut Ino, setiap tim akan melaksanakan tujuh kegiatan utama yang menjadi identitas Ekspedisi Merah Putih Presisi, yakni penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, penyerahan bantuan mesin ketinting, penyerahan sepeda motor bagi Polsek terluar, dialog bersama masyarakat, pembagian bantuan sosial, serta makan bersama sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami ingin memastikan setiap tim tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan mereka, memberikan manfaat nyata, serta membawa semangat pelayanan dan kebersamaan. Itulah esensi Ekspedisi Merah Putih Presisi,” demikian Ino.

Berita Terkait

CFN Dumai Kembali Digelar di TBG, 102 Tenant Permanen Disiapkan untuk Pelaku Usaha
Pemko Dumai Bahas Pengembangan LPJU melalui Skema KPDBU, Target Hampir 20 Ribu Titik
Matangkan Kolaborasi Strategis di Surabaya, PT Pelabuhan Dumai Berseri Siap Naik Kelas
GMPB Pasang Badan untuk Agrinas: Mafia Tanah Riau Diminta Dibongkar sampai Aliran Dana
30 Kader IPK Dumai Digembleng Wawasan Kebangsaan, Dorong Pemuda Jadi Pionir Pembangunan
Dinas PU Dumai Gencarkan Pembersihan Drainase, Tekan Risiko Banjir
Jembatan Sungai Masjid Lama Mulai Diperbaiki, Akses Menuju Kawasan Industri Lubuk Gaung Kembali Dibenahi
Polsek Dumai Barat Tangkap Dua Tersangka Pencurian Pupuk

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:09 WIB

CFN Dumai Kembali Digelar di TBG, 102 Tenant Permanen Disiapkan untuk Pelaku Usaha

Sabtu, 19 September 2026 - 11:40 WIB

Pemko Dumai Bahas Pengembangan LPJU melalui Skema KPDBU, Target Hampir 20 Ribu Titik

Sabtu, 19 September 2026 - 10:39 WIB

Matangkan Kolaborasi Strategis di Surabaya, PT Pelabuhan Dumai Berseri Siap Naik Kelas

Sabtu, 19 September 2026 - 10:03 WIB

GMPB Pasang Badan untuk Agrinas: Mafia Tanah Riau Diminta Dibongkar sampai Aliran Dana

Sabtu, 19 September 2026 - 09:44 WIB

30 Kader IPK Dumai Digembleng Wawasan Kebangsaan, Dorong Pemuda Jadi Pionir Pembangunan

Berita Terbaru