DUMAI – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sepanjang tahun 2025, kilang ini berhasil membukukan realisasi Cost Optimization sebesar 34,98 juta USD, atau mencapai 396 persen dari target perusahaan.
Capaian tersebut mengantarkan Kilang Dumai meraih empat penghargaan bergengsi dalam ajang Cost Optimization Award 2025 yang diselenggarakan oleh fungsi OPEX PT Kilang Pertamina Internasional pada 5??”6 Februari 2026 di Jakarta.
Empat Penghargaan Bergengsi, Kilang Dumai berhasil meraih:
2nd Place ??” The Best Value Creation, melalui inisiatif Optimasi Middle Distillate dengan implementasi Advanced Process Control (APC) pada unit Crude Distillation Unit (CDU) yang meningkatkan efisiensi produksi dan optimalisasi yield.
2nd Place ??” The Best Value Protection, atas penerapan Prescriptive Predictive Maintenance System (PPMS) pada unit turbo generator (TG) yang memperkuat keandalan serta keselamatan operasional.
2nd Place ??” The Best Project Management Office, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi pengelolaan program yang efektif, terukur, dan tepat waktu sehingga berdampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.
3rd Place ??” The Best Revenue Growth, berkat kontribusi nyata dalam meningkatkan potensi pendapatan melalui inovasi dan optimalisasi proses bisnis.
General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan, menyatakan capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh Perwira Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning dalam membangun budaya operational excellence.
“Setiap langkah efisiensi dijalankan secara terukur dan selaras dengan peningkatan revenue. Inisiatif dilakukan secara disiplin sehingga berdampak langsung pada penguatan profitabilitas sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan,” ujar Iwan.
Ia menegaskan, Cost Optimization bukan sekadar pemenuhan target tahunan, melainkan strategi bisnis terintegrasi dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Tengku Muhammad Rum, menambahkan bahwa optimalisasi biaya merupakan instrumen strategis untuk menjaga daya saing di tengah dinamika industri migas.
“Optimalisasi biaya bukan hanya penghematan, melainkan strategi memperkuat daya saing tanpa mengurangi performa operasional. Pencapaian ini lahir dari sinergi lintas fungsi serta implementasi Continuous Improvement Program (CIP) setiap tahun,” jelasnya.
Ke depan, Kilang Dumai akan memfokuskan strategi pada produksi produk bernilai tinggi, optimalisasi biaya utilitas, serta minimisasi losses. Program Cost Optimization tahun 2026 diarahkan pada percepatan transformasi digital, penguatan aspek ESG, peningkatan sinergi, serta pengembangan sumber pendapatan baru guna menjaga kinerja operasional yang unggul dan berkelanjutan.






