TOJO UNA – UNA – Pertemuan klarifikasi yang berlangsung di Kantor Desa Bongkakoy, Kecamatan Ulubongka, Senin (13/7), berakhir ricuh hingga terjadi aksi saling pukul antara seorang warga dan Kepala Desa. Warga yang terlibat akhirnya angkat bicara dan menjelaskan alasan yang menurutnya menjadi pemicu insiden tersebut.
Kepada wartawan, narasumber mengaku memenuhi undangan dari Pemerintah Desa Bongkakoy setelah dijemput oleh operator desa menggunakan sepeda motor. Setibanya di kantor desa, ia dipersilakan masuk ke ruang Kepala Desa untuk memberikan penjelasan terkait unggahan status di media sosial.
“Status yang saya buat memang saya tujukan kepada Kepala Desa, bukan kepada perangkat desa. Yang saya tahu, seorang kepala desa harus mengayomi masyarakatnya dengan baik. Tapi saya merasa itu tidak saya dapatkan,” ujar narasumber.
Menurutnya, kemarahan yang selama ini dipendam dipicu oleh ucapan yang diduga pernah disampaikan Kepala Desa mengenai anaknya.
“Sebagai seorang ibu, saya tidak bisa menerima ucapan itu. Perasaan saya sebagai seorang ibu sangat terluka. Itulah yang membuat saya marah dan akhirnya menulis status di media sosial,” tuturnya.
Narasumber juga mengaku dalam pertemuan tersebut Kepala Desa awalnya membantah pernah mengucapkan kalimat yang dipersoalkan.
“Awalnya beliau tidak mengakui pernah mengucapkan kata-kata itu. Tapi setelah terjadi keributan, beliau mengakuinya dan mengatakan kalau itu hanya bercanda atau bermain,” katanya.
Menurut narasumber, saat itu Kepala Desa juga sempat meminta pembenaran kepada saksi yang berada di lokasi.
“Beliau sempat berkata kepada saksi, ‘Betul to, Seli, saya cuma bermain.’ Tapi saksi hanya diam dan tidak memberikan tanggapan,” ungkapnya.
Narasumber mengakui bahwa dirinya memang melakukan pemukulan terhadap Kepala Desa. Namun, ia menegaskan tindakan tersebut terjadi secara spontan karena tidak mampu lagi menahan emosi.
“Saya mengakui telah memukul Kepala Desa. Saya tidak membenarkan tindakan itu, tetapi saya sangat terpukul dengan apa yang saya rasakan sebagai seorang ibu. Saya berharap semua kejadian ini diungkap secara jujur dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Desa Bongkakoy memiliki hak jawab untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan atas keterangan narasumber tersebut. Redaksi membuka ruang bagi semua pihak guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.
Oleh: Ahmad Tuliabu
Redaksi : Feri Windria







