DUMAI – Bagi sebagian warga Dumai, lantai 2 Pasar Senggol bukan sekadar tempat berjualan pakaian bekas atau monza. Kawasan ini pernah menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi warga untuk berburu barang murah.
Namun, kondisi terkini mulai berbeda. Sejumlah lapak monza di lantai 2 terlihat semakin sepi. Sebagian pedagang bahkan memilih memindahkan aktivitas jual beli mereka ke lantai bawah, tepatnya di kawasan belakang Ratu Tekstil.
Perpindahan tersebut disebut para pedagang tidak terlepas dari kondisi kawasan lantai 2 yang dinilai kurang nyaman untuk berjualan.
Sejumlah pedagang mengeluhkan adanya aksi pencurian yang disebut kerap terjadi di kawasan tersebut. Keluhan itu membuat sebagian pedagang memilih mencari lokasi yang dianggap lebih ramai dan aman untuk melanjutkan usaha.
Kini, jejak aktivitas perdagangan monza di lantai 2 Pasar Senggol tampak tidak seramai sebelumnya.
Lapak-lapak yang dahulu dipenuhi pakaian dan pembeli perlahan mulai kosong. Pedagang yang masih bertahan pun harus berhadapan dengan perubahan pola aktivitas dan berkurangnya pengunjung.
Sementara itu, kawasan belakang Ratu Tekstil di lantai bawah kini menjadi pilihan sejumlah pedagang untuk meneruskan usaha mereka.
Perubahan tersebut menjadi gambaran bagaimana denyut perdagangan di Pasar Senggol terus bergerak mengikuti kondisi dan kebutuhan para pedagang.
Bagi generasi yang pernah merasakan ramainya Pasar Senggol, suasana lantai 2 ini tentu menyimpan cerita tersendiri.
Tempat yang dahulu ramai oleh pedagang, pembeli, tawar-menawar hingga lalu-lalang warga, kini menyisakan suasana yang berbeda.
Mungkin pernah berburu monza, menawar harga sampai dapat barang incaran, atau sekadar nongkrong dan menikmati ramainya Pasar Senggol.
Kini suasananya berubah. Namun kenangan tentang ramainya Pasar Senggol tetap menjadi bagian dari cerita perjalanan Kota Dumai.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebut atau berkepentingan dalam pemberitaan ini sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Pemberitaan ini juga menjunjung asas praduga tak bersalah.







