Musim Kemarau Tiba, Warga Sidomulyo hingga Monggolito Keluhkan Debu Jalanan, Harapkan Penanganan Rutin dari Pemerintah

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO – Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, persoalan debu jalanan kembali menjadi keluhan utama masyarakat di Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Warga yang bermukim maupun beraktivitas di sepanjang ruas jalan Desa Sidomulyo hingga Desa Monggolito, khususnya di kawasan pasar dan pertokoan, mengaku harus menghadapi kepulan debu hampir setiap hari.

Tingginya intensitas kendaraan yang melintas, dipadukan dengan kondisi cuaca yang kering, menyebabkan debu beterbangan dan menyelimuti badan jalan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan para pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang tinggal maupun menjalankan usaha di sepanjang jalur tersebut.

Debu yang terus berterbangan disebut masuk hingga ke dalam rumah-rumah warga, menempel pada perabotan, serta mengotori barang dagangan di toko dan kios. Para pelaku usaha mengaku harus membersihkan etalase dan produk mereka berulang kali dalam sehari agar tetap layak dipasarkan kepada konsumen.

Selain menurunkan kenyamanan, masyarakat juga mengkhawatirkan dampak debu terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Mereka berharap persoalan ini mendapat perhatian serius agar tidak berlarut-larut selama musim kemarau berlangsung.

Meski demikian, warga menyampaikan aspirasi mereka secara santun. Mereka memahami bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalur utama yang menopang aktivitas ekonomi dan distribusi barang di wilayah Boliyohuto. Karena itu, masyarakat tidak menginginkan adanya pembatasan aktivitas transportasi, melainkan mengharapkan langkah-langkah penanganan yang efektif dan berkelanjutan.

Salah satu usulan yang paling banyak disampaikan adalah penyiraman badan jalan secara rutin, terutama pada jam-jam dengan volume kendaraan yang tinggi. Upaya tersebut dinilai dapat membantu mengurangi kepulan debu sehingga aktivitas masyarakat dan pelaku usaha dapat berlangsung dengan lebih nyaman.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya imbauan kepada pengendara agar menjaga kecepatan kendaraan saat melintasi kawasan permukiman dan pusat pertokoan. Langkah sederhana tersebut diyakini mampu mengurangi debu yang beterbangan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan Awak Media

Berdasarkan pantauan langsung awak media pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 08.35 WITA, kondisi di sepanjang ruas jalan Sidomulyo hingga Monggolito memang tampak dipenuhi debu. Arus kendaraan yang cukup padat menyebabkan kepulan debu terlihat jelas di udara, terutama di sekitar kompleks pasar, pertokoan, dan kawasan yang ramai aktivitas masyarakat.

Sejumlah pengendara tampak mengurangi kecepatan karena jarak pandang sesekali terganggu oleh debu yang beterbangan. Sementara itu, para pedagang terlihat berulang kali membersihkan barang dagangan dan bagian depan toko akibat debu yang terus menempel.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah nyata melalui penanganan rutin selama musim kemarau. Respons yang cepat dinilai penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat, mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, serta meminimalkan dampak terhadap kesehatan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Desa Sidomulyo, Desa Monggolito, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo masih menantikan tindak lanjut dari pihak terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Dinas PUPR, serta Pemerintah Kecamatan Boliyohuto mengenai upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan debu jalanan tersebut.

Ahmad Tuliabu

Berita Terkait

CFN Dumai Kembali Digelar di TBG, 102 Tenant Permanen Disiapkan untuk Pelaku Usaha
Pemko Dumai Bahas Pengembangan LPJU melalui Skema KPDBU, Target Hampir 20 Ribu Titik
Matangkan Kolaborasi Strategis di Surabaya, PT Pelabuhan Dumai Berseri Siap Naik Kelas
GMPB Pasang Badan untuk Agrinas: Mafia Tanah Riau Diminta Dibongkar sampai Aliran Dana
30 Kader IPK Dumai Digembleng Wawasan Kebangsaan, Dorong Pemuda Jadi Pionir Pembangunan
Dinas PU Dumai Gencarkan Pembersihan Drainase, Tekan Risiko Banjir
Jembatan Sungai Masjid Lama Mulai Diperbaiki, Akses Menuju Kawasan Industri Lubuk Gaung Kembali Dibenahi
Polsek Dumai Barat Tangkap Dua Tersangka Pencurian Pupuk
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:09 WIB

CFN Dumai Kembali Digelar di TBG, 102 Tenant Permanen Disiapkan untuk Pelaku Usaha

Sabtu, 19 September 2026 - 11:40 WIB

Pemko Dumai Bahas Pengembangan LPJU melalui Skema KPDBU, Target Hampir 20 Ribu Titik

Sabtu, 19 September 2026 - 10:39 WIB

Matangkan Kolaborasi Strategis di Surabaya, PT Pelabuhan Dumai Berseri Siap Naik Kelas

Sabtu, 19 September 2026 - 10:03 WIB

GMPB Pasang Badan untuk Agrinas: Mafia Tanah Riau Diminta Dibongkar sampai Aliran Dana

Sabtu, 19 September 2026 - 09:44 WIB

30 Kader IPK Dumai Digembleng Wawasan Kebangsaan, Dorong Pemuda Jadi Pionir Pembangunan

Berita Terbaru