Orang Tua Balita Dikeluarkan dari Posyandu Tolak Aturan Puskesmas Bilato: “Anak Saya Bukan Binatang!”

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto : ilustrasi

GORONTALO — Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, menuai protes keras dari masyarakat.

Kepala Puskesmas setempat diduga bekerja tidak profesional setelah sebuah kebijakan pelayanan dinilai tidak masuk akal oleh warga.

Kasus ini mencuat setelah seorang balita berusia tiga tahun mendadak dikeluarkan dari daftar pelayanan Posyandu.

Ibu kandung balita tersebut segera mendatangi pihak Puskesmas untuk meminta klarifikasi langsung. Namun, respons dari pihak Puskesmas justru menyulut kemarahan keluarga.

Petugas menyatakan bahwa tindakan mengeluarkan balita tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku di internal Puskesmas Bilato.

Orang tua balita, M. I, menyatakan kekecewaan mendalam dan menolak keras dalih aturan yang disampaikan oleh pihak medis.

“Anak saya manusia, bukan binatang yang bisa dikeluarkan begitu saja dari pelayanan kesehatan dengan alasan aturan baku yang tidak masuk akal,” tegas M. I saat memberikan pernyataan langsung.

Merasa hak kesehatan anaknya telah dilanggar secara sepihak, M. I memastikan tidak akan tinggal diam atas perlakuan ini.

Pihak keluarga saat ini tengah menelusuri jalur hukum dan birokrasi demi mendapatkan keadilan serta menuntut evaluasi total terhadap profesionalisme Kepala Puskesmas Bilato.

Pewarta: Ahmad Tuliabu

Redaksi : Feri Windria

Berita Terkait

Perkuat Komitmen dan Tusi, Rutan Dumai Ikuti Pengarahan Dirjenpas
Kodim 0320/Dumai Gelar Bakti Kesehatan, Wujud Kepedulian TNI pada Masyarakat di HUT Ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai
DPP Laskar RMRB Ingatkan Rumah Sakit Mitra PHR di Seluruh Distrik Jangan Intervensi Hasil MCU Pekerja
Dugaan Jaringan PETI di Solok Mencuat, Penegakan Hukum Dipertanyakan 
Enam Bulan Menggantung, Dugaan Penyimpangan APBDes Desa Katupat Belum Temui Kepastian: Publik Desak Kejaksaan Bertindak, Minta Supervisi Kejati dan Kejagung
Honor Wartawan MoU Kominfo Tojo Una-Una Diminta Dievaluasi, Transparansi LPJ hingga Dugaan Wartawan Tidak Aktif Jadi Sorotan
Petugas Pajak Bakal Sisir Rumah Warga, Kebijakan Pemko Dumai Tuai Gelombang Kritik: “Makan Saja Susah, Bagaimana Bayar Pajak?”
Kejaksaan Negeri Dumai Raih Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbar Riau dalam Acara Kick Off Forum Kepatuhan Jaminan Ketenagakerjaan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:22 WIB

Perkuat Komitmen dan Tusi, Rutan Dumai Ikuti Pengarahan Dirjenpas

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:15 WIB

Kodim 0320/Dumai Gelar Bakti Kesehatan, Wujud Kepedulian TNI pada Masyarakat di HUT Ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

DPP Laskar RMRB Ingatkan Rumah Sakit Mitra PHR di Seluruh Distrik Jangan Intervensi Hasil MCU Pekerja

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:00 WIB

Dugaan Jaringan PETI di Solok Mencuat, Penegakan Hukum Dipertanyakan 

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:43 WIB

Enam Bulan Menggantung, Dugaan Penyimpangan APBDes Desa Katupat Belum Temui Kepastian: Publik Desak Kejaksaan Bertindak, Minta Supervisi Kejati dan Kejagung

Berita Terbaru