Organisasi Boleh Berbeda, Etika Jangan Hilang

- Penulis

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Feri Windria

Di tengah maraknya organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, hingga organisasi profesi di Kota Dumai, perbedaan pilihan adalah sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan.

Setiap orang memiliki hak untuk menentukan wadah perjuangannya. Ada yang merasa cocok dengan satu organisasi, sementara yang lain memilih organisasi berbeda. Itu bagian dari dinamika kehidupan bermasyarakat.

Yang patut dipertanyakan adalah ketika perbedaan pilihan mulai dijadikan alasan untuk saling merendahkan, mencela, bahkan memburukkan organisasi lain.

Organisasi pada hakikatnya merupakan wadah. Ia dibangun untuk menghimpun orang-orang yang memiliki kepentingan, visi, misi, atau tujuan tertentu.

Karena itu, tidak ada alasan menjadikan perbedaan organisasi sebagai tembok permusuhan.

Berbeda bendera bukan berarti harus berbeda dalam menghormati sesama. Berbeda forum bukan berarti harus memutus komunikasi. Berbeda cara pandang juga bukan alasan untuk menganggap kelompok lain lebih rendah.

Justru kedewasaan sebuah organisasi dapat dilihat dari bagaimana para anggotanya menyikapi perbedaan.

Semakin dewasa seseorang dalam berorganisasi, semakin mampu pula ia menghormati pilihan orang lain.

Sebuah organisasi tidak menjadi besar hanya karena nama, jabatan, atribut, atau banyaknya anggota.

Organisasi mendapatkan tempat di tengah masyarakat ketika mampu menunjukkan manfaat dan kontribusi nyata.

Jika sebuah organisasi merasa memiliki program yang baik, maka tunjukkan melalui kerja. Jika merasa memiliki gagasan yang kuat, buktikan melalui tindakan. Jika merasa mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, biarkan masyarakat yang menilai hasilnya.

Tidak perlu membangun citra dengan cara menjatuhkan pihak lain.

Sebab, memburukkan organisasi lain tidak otomatis membuat organisasi sendiri menjadi lebih baik.

Sebaliknya, semakin banyak energi yang dihabiskan untuk menyerang pihak lain, semakin sedikit ruang yang tersisa untuk membuktikan apa yang sebenarnya mampu dilakukan.

Ada anggapan bahwa semakin besar sebuah organisasi, semakin besar pula kualitas orang-orang di dalamnya.

Kualitas organisasi pada akhirnya juga sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang menjalankannya.

Orang yang memiliki integritas, tanggung jawab, etika, kemampuan berkomunikasi, serta kemauan untuk bekerja akan tetap mampu memberikan warna positif di organisasi mana pun ia berada.

Sebaliknya, seseorang yang hanya ikut-ikutan, mengejar kepentingan pribadi, atau menjadikan organisasi sebagai tempat untuk mencari pengakuan, belum tentu memberikan manfaat meskipun berada di dalam organisasi yang besar.

Dengan kata lain, nama organisasi tidak otomatis menentukan kualitas seseorang. Perilakulah yang memperlihatkan siapa dirinya.

Kota Dumai memiliki banyak organisasi dengan karakter dan latar belakang yang berbeda. Kondisi ini seharusnya menjadi kekayaan sosial.

Ada organisasi yang bergerak di bidang kepemudaan. Ada yang fokus pada kemasyarakatan. Ada yang memperjuangkan kepentingan profesi. Ada pula yang memberikan perhatian terhadap persoalan sosial, lingkungan, ekonomi, pendidikan, dan berbagai bidang lainnya.

Tidak perlu semua orang berada dalam organisasi yang sama. Tidak perlu semua organisasi memiliki cara berpikir yang sama.

Sebab, masyarakat yang sehat bukan masyarakat yang dipaksa seragam, melainkan masyarakat yang mampu hidup berdampingan di tengah perbedaan.

Dalam kehidupan organisasi, kritik merupakan sesuatu yang wajar. Bahkan kritik diperlukan untuk melakukan evaluasi.

Perbedaan pendapat harus dibedakan dari upaya membangun kebencian. Kritik terhadap kebijakan atau tindakan harus didasarkan pada persoalan yang jelas, bukan diarahkan untuk menyerang martabat organisasi maupun pribadi seseorang.

Jika ada persoalan, sampaikan dengan data.

Jika ada kekeliruan, berikan kritik.

Jika ada perbedaan pandangan, buka ruang dialog.

Bukan dengan membangun narasi yang bertujuan menjatuhkan.

Organisasi tidak perlu berlomba membuktikan bahwa dirinya paling hebat.

Tidak perlu pula sibuk mengatakan organisasi lain tidak baik.

Pada akhirnya, masyarakat akan melihat siapa yang benar-benar bekerja, siapa yang memberikan manfaat, siapa yang konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat, dan siapa yang hanya ramai dalam pernyataan.

Waktu akan menguji semuanya. Masyarakat akan menilai kontribusinya.

Karena itu, mari tempatkan organisasi sebagai ruang pengabdian, bukan arena permusuhan.

Boleh berbeda pilihan.

Boleh berbeda bendera.

Boleh berbeda cara pandang.

Tetapi jangan sampai perbedaan organisasi membuat kita kehilangan etika, persaudaraan, dan rasa hormat kepada sesama.

Sebab pada akhirnya, yang akan dikenang bukan organisasi mana yang paling keras membicarakan dirinya, melainkan siapa yang paling nyata memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

(Catatan Feri Windria)

Berita Terkait

BK DPRD Dumai Soroti Kedisiplinan Anggota Dewan, Kehadiran Rapat Jadi Perhatian
LHKPN 2025: Wali Kota Dumai H. Paisal Tembus Rp7,31 Miliar, Hampir Separuh Berupa Tanah dan Bangunan
Ombudsman RI Nilai Maladministrasi Pelayanan Publik di RSUD dr. Suhatman Dumai
Raker KONI Dumai Bahas Program Kerja, Tegaskan Komitmen Pembinaan Cabor di Tengah Tantangan Fiskal
Pengendalian Banjir Dumai Dibahas, Tim Teknis Soroti AMDAL hingga Kesiapan Data
Kapolsek Rupat Utara Silaturahmi ke Kantor Camat, Perkuat Sinergitas Jaga Kamtibmas
Kurang dari 12 Jam, Polisi Ungkap Tiga Perkara Narkotika dari Dumai hingga Bengkalis
Wali Kota Dumai Tinjau Genangan di Ratu Sima, Pemko Siapkan Penanganan Saluran Air
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:44 WIB

BK DPRD Dumai Soroti Kedisiplinan Anggota Dewan, Kehadiran Rapat Jadi Perhatian

Rabu, 30 September 2026 - 15:38 WIB

LHKPN 2025: Wali Kota Dumai H. Paisal Tembus Rp7,31 Miliar, Hampir Separuh Berupa Tanah dan Bangunan

Rabu, 30 September 2026 - 11:39 WIB

Ombudsman RI Nilai Maladministrasi Pelayanan Publik di RSUD dr. Suhatman Dumai

Rabu, 30 September 2026 - 11:24 WIB

Raker KONI Dumai Bahas Program Kerja, Tegaskan Komitmen Pembinaan Cabor di Tengah Tantangan Fiskal

Rabu, 30 September 2026 - 11:09 WIB

Pengendalian Banjir Dumai Dibahas, Tim Teknis Soroti AMDAL hingga Kesiapan Data

Berita Terbaru