Pembunuhan di Bukit Timah, Korban Tidak Hamil Motif Pelaku Cemburu dan Sakit Hati

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Kasus pembunuhan terhadap seorang ibu rumah tangga Nursafika (30) yang dilakukan beberapa hari lalu di Jalan Abdul Rabhkan, Bukit Timah terungkap motif pembunuhan karena pelaku yang juga suami siri berinisial R (23) cemburu dan sakit hati kepada korban.

Demikian disampaikan oleh Kapolres Dumai AKBP Angga F Herlambang saat menggelar konfrensi pers, Rabu (17/06/2026) pagi di Mapolres Dumai.

Disebutkannya, hasil dari pemeriksaan terhadap tubuh korban, kondisi korban saat dibunuh tidak dalam keadaan hamil seperti kabar yang beredar.

” Motifnya pembunuhan karena tersangka cemburu dan sakit hati kepada korban, lantaran malam itu korban ketemu dengan mantan suaminya, dan pelaku sempat menelpon saat disuruh pulang korban tidak mau,”kata Kapolres.

Pagi harinya, Selasa (9/06/2026) saat korban pulang kerumah setelah mengantarkan anaknya ke sekolah, sempat terjadi cekcok dan berakhirnya dengan penganiyaan berat hingga korban meninggal dunia bersimbah darah didepan pondok.

“Pelaku membacok korban dengan menggunakan parang kebagian wajah secara berulang-ulang, terdapat luka kepala, lengan kanan bawah, jari putus 2 dan 2 nyaris putus,”ujarnya.

Sedangkan banyaknya informasi yang berkembang, tentang kehamilan korban ternyata hasil pemeriksaan korban dinyatakan tidak hamil.

“Dari hasil pihak dokter forensik, dan dipastikan korban tidak dalam keadaan hamil, dan ini hasil pemeriksaan USG,”ungkap Kapolres didampingi Tim Forensik RSUD Dumai.

Pelaku R berhasil ditangkap setelah menyerahkan diri di Polsek Panipahan, Jumat (12/06/2026) sekitar pukul 11.00 Wib dan selanjutnya diserahkan ke Reskrim Polres Dumai.

“Setelah kita kordinasi dengan Polres Rohil, akhirnya pelaku diamankan dan kemudian diserahkan kepada kami,”ungkapnya.

Kini pelaku telah mendekam dibalik jeruji Mapolres Dumai untuk menjalani proses hukum. Atas perbuatanya, pelaku terancam hukuman pidana mati, atau seumur hidup.

Berita Terkait

BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Dumai 2026, Dinas PU Siapkan Langkah Tindak Lanjut
Pencurian Kabel LPJU Berulang, Dishub Dumai Perketat Patroli Malam di Jalan Putri Tujuh
Pertek BPN Diserahkan ke Pemko Dumai, Legalitas Lahan Jadi Kunci Percepatan Penanganan Banjir
Kasus Kekerasan Anak Masih Menghantui Dumai, UPTD PPA Ingatkan Ayah Jangan Abai!
Waspada! Pasang Air Laut Dumai Capai 2,5 Meter, Puncak Rob Diprediksi 14–16 November
Arogan Dan Sering Minta Imbalan, Warga Desa Pagaran Dolok Sosa Jae Keluhkan Sikap Kepala Desanya
Outing Class ke Dishub Dumai, Siswa SDIT Ath-Thaaqib Muhammadiyah Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas
Realisasi Pajak Dumai Tembus Rp755 Miliar, Bapenda Optimistis Target Rp870 Miliar Tercapai
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:33 WIB

BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Dumai 2026, Dinas PU Siapkan Langkah Tindak Lanjut

Rabu, 4 November 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Kabel LPJU Berulang, Dishub Dumai Perketat Patroli Malam di Jalan Putri Tujuh

Rabu, 4 November 2026 - 10:10 WIB

Pertek BPN Diserahkan ke Pemko Dumai, Legalitas Lahan Jadi Kunci Percepatan Penanganan Banjir

Rabu, 4 November 2026 - 06:07 WIB

Kasus Kekerasan Anak Masih Menghantui Dumai, UPTD PPA Ingatkan Ayah Jangan Abai!

Rabu, 4 November 2026 - 05:43 WIB

Waspada! Pasang Air Laut Dumai Capai 2,5 Meter, Puncak Rob Diprediksi 14–16 November

Berita Terbaru