DUMAI – Pemerintah Kota Dumai memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan wilayah sebagai bagian dari upaya maksimal menangani persoalan banjir, khususnya di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Arahan tersebut disampaikan sejalan dengan instruksi Wali Kota Dumai agar setiap OPD teknis maupun perangkat kewilayahan mengambil langkah maksimal dalam penanganan banjir di wilayah Kota Dumai.
Dalam pembahasan penanganan banjir, para camat dan kepala OPD diminta memperkuat komunikasi serta kerja sama agar langkah penanganan di lapangan berjalan lebih terkoordinasi dan tidak menimbulkan miskomunikasi.
Koordinasi lintas sektor dinilai penting mengingat penanganan banjir membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun unsur masyarakat di tingkat kelurahan dan lingkungan.
Selain memperkuat koordinasi antarinstansi, para camat juga diminta melibatkan masyarakat dalam upaya penanganan banjir.
Keterlibatan tersebut dapat diperkuat melalui komunikasi dengan tokoh masyarakat, ketua RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), serta para lurah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam merespons persoalan banjir di lingkungan masing -masing.
Rapat pembahasan penanganan banjir tersebut dihadiri Kepala Bappeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Pertaru), serta Camat Dumai Timur, Camat Dumai Kota, Camat Dumai Selatan, dan Camat Dumai Barat.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, penanganan banjir diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu, terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan banjir di Kota Dumai.







