ket foto : dr. Eka Viora Effendi,
DUMAI – Kondisi ruang rawat inap pasien C 213 Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) dr Suhatman MARS kota dumai sangat memprihatinkan, Pasalnya, AC tidak berfungsi normal, plafon kamar berlobang, kamar mandi dalam kondisi rusak fasilitas yang di terima pasien.
Untuk pengimbangan pemberitaan kondisi ruang inap C 213 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Suhatman. MARS, Halodumai.com memcoba konfirmasi dan mengirim foto foto kondisi ruang inap ke nomer ponsel 08527803xxx Direktur RSUD dr Suhatman. MARS, dr. Eka Viora Effendi, tentang kondisi ruang inap C 213 sangat memprihatinkan tidak menjawab.
Ironisnya lagi dikutip dari monitor.riau.com keluhan tidak hanya berhenti pada persoalan fasilitas. Pasien juga mengaku mendapatkan pelayanan yang tidak manusiawi dari oknum tenaga kesehatan. Sikap perawat yang dinilai jutek dan sombong memperburuk pengalaman pasien selama menjalani perawatan.
“Ini sudah parah. Ruangan rusak, pelayanannya pun tidak ramah,” ungkapnya.
Pasien bernama Hutabarat itu secara tegas menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai adanya perlakuan diskriminatif terhadap pasien BPJS kelas III, seolah-olah kelas layanan menjadi alasan pembenaran untuk memberikan fasilitas dan pelayanan seadanya.
“Kami memang pasien BPJS kelas 3, tapi jangan diperlakukan seperti binatang,” tegasnya dengan nada geram.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan, anggaran perawatan fasilitas, serta manajemen pelayanan di RSUD Dumai. Sebagai rumah sakit rujukan milik pemerintah daerah, RSUD Dumai seharusnya menjamin pelayanan yang layak, manusiawi, dan bermartabat bagi seluruh pasien tanpa membedakan status sosial maupun jenis jaminan kesehatan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera melakukan audit fasilitas serta evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di RSUD Dumai, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan pasien yang sedang membutuhkan perawatan






