Sorotan Aktivis Fery Isa Dinilai Salah Sasaran, Polemik Proyek MBG Bilato Perlu Diluruskan

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO – Polemik pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, kembali menjadi perhatian publik. Setelah Aktivis Pemuda Gorontalo, Fery Isa, melontarkan kritik terkait kualitas bangunan, transparansi anggaran, serta tidak adanya papan informasi proyek, sejumlah kalangan menilai kritik tersebut belum sepenuhnya mempertimbangkan mekanisme pelaksanaan Program MBG.

Menurut pandangan sejumlah pihak, kritik yang menyoroti tidak adanya papan informasi proyek berpotensi menimbulkan persepsi yang kurang tepat apabila pembangunan dapur MBG tersebut menggunakan skema pendanaan dari mitra bersama yayasan pelaksana, bukan berasal dari proyek konstruksi pemerintah yang dibiayai melalui APBN maupun APBD.

Dalam skema tersebut, pembangunan pada prinsipnya tidak selalu tunduk pada seluruh mekanisme administrasi pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk kewajiban pemasangan papan informasi proyek yang lazim ditemukan pada pekerjaan yang dibiayai oleh anggaran negara atau daerah. Karena itu, penilaian mengenai ada atau tidaknya kewajiban papan proyek dinilai perlu terlebih dahulu melihat sumber pendanaan dan dasar hukum pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sejumlah pemerhati menilai bahwa kritik yang diarahkan kepada persoalan papan informasi proyek menjadi kurang tepat apabila belum didukung dengan kepastian mengenai mekanisme pembiayaan. Mereka berpendapat bahwa substansi pengawasan seharusnya lebih difokuskan pada aspek keselamatan bangunan, kualitas konstruksi, serta kepatuhan terhadap standar teknis yang berlaku, apabila terdapat indikasi yang dapat diverifikasi.

Di sisi lain, pengawasan masyarakat terhadap setiap program yang menyentuh kepentingan publik tetap merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab dapat menjadi sarana evaluasi bagi penyelenggara program agar pelaksanaan pembangunan berlangsung sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Karena itu, berbagai pihak juga mendorong agar penyelenggara Program MBG memberikan penjelasan resmi mengenai skema pendanaan, mekanisme pembangunan, pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek, serta standar mutu bangunan. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk menghindari munculnya spekulasi maupun kesimpulan yang belum didukung fakta secara utuh.

Apabila pembangunan tersebut memang sepenuhnya dibiayai oleh mitra melalui yayasan sesuai ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan Program MBG, maka perdebatan mengenai papan informasi anggaran perlu ditempatkan dalam konteks regulasi yang tepat. Sebaliknya, apabila terdapat dugaan penyimpangan terhadap ketentuan yang berlaku, hal tersebut tetap dapat diuji melalui mekanisme klarifikasi dan pemeriksaan oleh instansi yang berwenang.

Dengan demikian, polemik pembangunan dapur MBG di Desa Bilato diharapkan tidak berkembang menjadi perdebatan yang didasarkan pada asumsi semata. Pengawasan publik tetap diperlukan, namun hendaknya dilandasi data, dokumen, dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga menghasilkan kritik yang objektif, konstruktif, dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak penyelenggara Program MBG maupun tanggapan dari Fery Isa terkait pandangan yang menilai sebagian kritik tersebut belum mempertimbangkan mekanisme pendanaan dan pelaksanaan Program MBG secara menyeluruh.

Pewarta: Ahmad Tuliabu

Berita Terkait

Enam Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Desa Katupat Masih Menggantung: Publik Tagih Kepastian Hukum
HUT Kodam XIX/Tuanku Tambusai 2026: Koramil 01/Dumai Turun Tangan Bersihkan Pasar, Tunjukkan Aksi Nyata untuk Rakyat
Tujuh Bulan Berlalu, Penyedikan Kasus Dana Hibah Pilkada KPU Tojo Una -Una Masih Dinanti Publik 
Jaringan Narkoba Internasional Digulung! Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu, Nilai Barang Bukti Tembus Rp55,5 Miliar
Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Gagalkan Jaringan Internasional dan Selamatkan Hampir Sejuta Jiwa
Rencana Imbauan Penggunaan Air Perpipaan Tuai Polemik, Warga Gorontalo Nilai Berpotensi Menambah Beban Ekonomi
PELTI Dumai Lepas 7 Atlet Tenis Menuju Kejurnas TDP PELTI Riau
Diduga Kebal Hukum : Kebun Sawit 1000 Hektare di Kawasan Hutan Tanpa Izin Milik Gilbert di Dumai Jadi Sorotan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:45 WIB

Enam Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Desa Katupat Masih Menggantung: Publik Tagih Kepastian Hukum

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:19 WIB

HUT Kodam XIX/Tuanku Tambusai 2026: Koramil 01/Dumai Turun Tangan Bersihkan Pasar, Tunjukkan Aksi Nyata untuk Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:48 WIB

Tujuh Bulan Berlalu, Penyedikan Kasus Dana Hibah Pilkada KPU Tojo Una -Una Masih Dinanti Publik 

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:35 WIB

Jaringan Narkoba Internasional Digulung! Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu, Nilai Barang Bukti Tembus Rp55,5 Miliar

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:36 WIB

Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Gagalkan Jaringan Internasional dan Selamatkan Hampir Sejuta Jiwa

Berita Terbaru