Terkendala Transportasi Kapal RoRo, Pasokan Solar dan Pertalite ke Rupat Utara Kian Menipis

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUPAT – Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan Pertalite ke wilayah Rupat dan Rupat Utara kini semakin menipis. Kondisi ini dipicu oleh terganggunya distribusi akibat terbatasnya operasional kapal penyeberangan RoRo yang menjadi jalur utama pengangkutan BBM menuju Pulau Rupat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tanjung Medang, Teluk Lecah, dan Tanjung Kapal, distribusi BBM mengalami kendala karena pengiriman harus menyesuaikan jadwal kapal RoRo yang saat ini tidak berjalan normal.

Sebelumnya, pengiriman BBM ke Pulau Rupat dapat dilakukan hampir setiap hari, yakni Senin, Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, distribusi hanya dapat dilakukan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu sehingga pasokan yang masuk ke masing-masing SPBU menjadi terbatas.

Dalam setiap jadwal pengiriman, rata-rata volume BBM yang diterima setiap SPBU sekitar 15.000 liter. Kondisi tersebut menyebabkan stok solar dan Pertalite cepat berkurang, sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, terutama untuk sektor perikanan, perkebunan, transportasi, dan aktivitas usaha lainnya

“Saat ini distribusi BBM memang terkendala karena jadwal kapal RoRo terbatas. Akibatnya pasokan yang masuk ke SPBU tidak maksimal seperti biasanya,” ujar salah seorang pengelola SPBU.

Selain solar, stok Pertalite juga mulai menipis akibat terhambatnya proses distribusi. Apabila kondisi ini terus berlangsung, dikhawatirkan akan berdampak pada aktivitas masyarakat yang setiap hari bergantung pada ketersediaan BBM.

Terhambatnya operasional kapal RoRo lintasan Dumai–Rupat menjadi faktor utama yang memengaruhi kelancaran distribusi BBM ke Rupat dan Rupat Utara. Sejumlah SPBU pun harus melakukan penyesuaian dalam penyaluran BBM agar stok yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Masyarakat berharap operasional kapal RoRo dapat segera kembali normal sehingga distribusi BBM berjalan lancar dan pasokan solar maupun Pertalite kembali stabil. Kelancaran distribusi dinilai sangat penting untuk menjaga roda perekonomian masyarakat, terutama bagi nelayan, pelaku usaha, jasa transportasi, dan sektor lainnya yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.

Apabila kendala transportasi laut ini tidak segera teratasi, dikhawatirkan pasokan BBM di Rupat dan Rupat Utara akan terus menipis dan berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pesisir tersebut.

Berita Terkait

Kepala SMPN 1 Dumai Tegaskan Dugaan Penyimpangan Dana BOSP Tidak Benar, Erwin Sitompul Sebut Proses Audit Masih Berlangsung
Dugaan Illegal Logging di Sungai Sembilan Disorot, Mampukah Kapolres Dumai Mengungkap Aktor di Baliknya?
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolsek Rupat Utara Hadiri Penanaman Jagung Pipil di Desa Kadur
Operasi Gabungan Polres Touna dan BNN, 13 Orang Dikabarkan Dilepas, Publik Menanti Penjelasan
Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD
Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya
Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker
Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Kepala SMPN 1 Dumai Tegaskan Dugaan Penyimpangan Dana BOSP Tidak Benar, Erwin Sitompul Sebut Proses Audit Masih Berlangsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Dugaan Illegal Logging di Sungai Sembilan Disorot, Mampukah Kapolres Dumai Mengungkap Aktor di Baliknya?

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolsek Rupat Utara Hadiri Penanaman Jagung Pipil di Desa Kadur

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Operasi Gabungan Polres Touna dan BNN, 13 Orang Dikabarkan Dilepas, Publik Menanti Penjelasan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD

Berita Terbaru