Polres Dumai Gelar Kuliah Umum di ITB Riau Pesisir, Tekankan Tiga Dosa Pendidikan dan Gerakan Anti Narkoba

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI — Kepolisian Resor Dumai terus mengintensifkan peran edukatif di ruang-ruang akademik sebagai bagian dari strategi pencegahan dini terhadap berbagai bentuk penyimpangan perilaku generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kuliah umum yang digelar di Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir, Jalan Utama Karya, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kegiatan yang diinisiasi sebagai forum literasi hukum dan penguatan karakter kebangsaan itu menghadirkan Kapolsek Dumai Timur, Kompol Dr. Aditya Reza Saputra, S.E., M.Ak, sebagai narasumber utama mewakili Kapolres Dumai, AKBP Angga F. Herlambang. Kuliah umum diikuti oleh sekitar 150 mahasiswa baru, jajaran dosen, serta pimpinan perguruan tinggi setempat.

Wakil Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir, Dr. Ir. Yusrizal, MM, IPM, dalam sambutannya menegaskan bahwa lingkungan perguruan tinggi tidak imun terhadap potensi munculnya intoleransi, kekerasan, kekerasan seksual, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik koruptif dalam skala kecil yang kerap berawal dari normalisasi pelanggaran etik. Menurutnya, kuliah umum bertema “Tiga Dosa Pendidikan: Anti Intoleransi, Anti Kekerasan, Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, serta Penguatan Gerakan Anti Narkoba dan Anti Korupsi di Lingkungan Perguruan Tinggi” merupakan ikhtiar institusional untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa sejak dini.

“Perguruan tinggi adalah ruang pembentukan nalar dan karakter. Pembelajaran etik, kepatuhan hukum, serta tanggung jawab sosial harus berjalan seiring dengan capaian akademik,” ujar Yusrizal. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Rektor dalam kegiatan tersebut.

Dalam pemaparannya, Kompol Dr. Aditya Reza menyoroti kerentanan generasi muda terhadap pengaruh negatif lingkungan, baik melalui relasi pertemanan, media digital, maupun kultur permisif terhadap pelanggaran norma.

Ia menegaskan bahwa praktik intoleransi, kekerasan, kekerasan seksual, perundungan, penyalahgunaan narkotika, serta tindak pidana korupsi, tidak hanya berdampak destruktif bagi korban, tetapi juga menjerat pelaku pada konsekuensi hukum pidana yang serius.

“Pencegahan dimulai dari keberanian berkata tidak, membangun empati, serta kepatuhan pada hukum. Negara hadir untuk melindungi korban.

Jangan ragu melapor ke kepolisian atau melalui layanan darurat 110 apabila mengalami atau menyaksikan tindak pidana,” tegasnya di hadapan peserta.

Lebih lanjut, narasumber mengelaborasi materi bertajuk “Keamanan Presisi dan Transformasi Generasi Muda sebagai Pondasi Pembangunan Ekonomi Riau Berkelanjutan di Era Global”, yang menempatkan mahasiswa sebagai aktor strategis dalam ekosistem pembangunan daerah.

Konsep keamanan presisi, menurutnya, tidak hanya dimaknai sebagai penegakan hukum represif, melainkan pendekatan kolaboratif yang mengedepankan pencegahan berbasis data, edukasi publik, serta kemitraan dengan institusi pendidikan.

Sesi diskusi yang dipandu Eko Saputra, S.H., M.H., berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait mekanisme pelaporan, perlindungan korban, hingga peran kampus dalam membangun sistem pencegahan internal.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan cenderamata kepada mahasiswa penanya.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif hingga berakhir sekitar pukul 15.35 WIB.

Polres Dumai menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun ketahanan sosial, budaya hukum, serta daya tangkal generasi muda terhadap narkoba dan praktik koruptif.

Berita Terkait

Empat Bulan Dilaporkan, Kasus Dugaan Kekerasan dan Pelecehan Seksual Anak di Touna Belum Jelas
Ratusan Pedagang Kuliner Dipindahkan ke TBG, Pedagang Sambut Positif
L300 Angkut 20 Tabung Gas Ditabrak Truk di Pelintung, Sopir Dilarikan ke Puskesmas
L300 Angkut 20 Tabung Gas Ditabrak Truk di Pelintung, Sopir Dilarikan ke Puskesmas
Sampah dan Bercak Minyak Tersisa di TBG Usai Car Free Night
CFN Dumai Kembali Digelar di TBG, 102 Tenant Permanen Disiapkan untuk Pelaku Usaha
Pemko Dumai Bahas Pengembangan LPJU melalui Skema KPDBU, Target Hampir 20 Ribu Titik
Matangkan Kolaborasi Strategis di Surabaya, PT Pelabuhan Dumai Berseri Siap Naik Kelas
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:08 WIB

Empat Bulan Dilaporkan, Kasus Dugaan Kekerasan dan Pelecehan Seksual Anak di Touna Belum Jelas

Minggu, 20 September 2026 - 10:03 WIB

Ratusan Pedagang Kuliner Dipindahkan ke TBG, Pedagang Sambut Positif

Minggu, 20 September 2026 - 08:51 WIB

L300 Angkut 20 Tabung Gas Ditabrak Truk di Pelintung, Sopir Dilarikan ke Puskesmas

Minggu, 20 September 2026 - 08:48 WIB

L300 Angkut 20 Tabung Gas Ditabrak Truk di Pelintung, Sopir Dilarikan ke Puskesmas

Minggu, 20 September 2026 - 07:01 WIB

Sampah dan Bercak Minyak Tersisa di TBG Usai Car Free Night

Berita Terbaru

Berita

Sampah dan Bercak Minyak Tersisa di TBG Usai Car Free Night

Minggu, 20 Sep 2026 - 07:01 WIB