DUMAI – Ratusan pedagang kuliner yang sebelumnya berjualan di halaman parkir Mal Pelayanan Publik (MPP) Dumai dan kawasan Car Free Night (CFN) Jalan HR Soebrantas kini dipindahkan ke dalam kawasan Taman Bukit Gelanggang (TBG).
Penataan tersebut mendapat sambutan positif dari para pedagang. Selain membuat aktivitas jual beli lebih tertata, pemindahan lokasi juga dinilai membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas di Jalan HR Soebrantas.
Pantauan pada Sabtu (19/9/2026) malam, kawasan TBG tampak ramai dikunjungi masyarakat yang datang menikmati aneka kuliner sekaligus suasana Dumai Festival Ceria.
Pemindahan pedagang dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan Dumai Festival Ceria yang berlangsung mulai 16 September hingga 16 Oktober 2026.
Sebelumnya, aktivitas pedagang di kawasan CFN kerap membuat badan Jalan HR Soebrantas dipadati lapak dan pengunjung. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya akses jalan saat kegiatan berlangsung.
Kini, para pedagang ditempatkan di dalam kawasan TBG. Dengan penataan tersebut, aktivitas perdagangan menjadi lebih terpusat sehingga pedagang tetap dapat berjualan tanpa mengganggu pengguna jalan.
Koordinator Dumai Festival Ceria, Endra, mengatakan penataan pedagang ke dalam kawasan TBG dilakukan untuk memberikan ruang yang lebih representatif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, pemusatan aktivitas kuliner di TBG diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas kuliner dan rekreasi keluarga pada akhir pekan.
“Dengan adanya kegiatan dan pemusatan pedagang di kawasan Taman Bukit Gelanggang, tentunya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dari sektor UMKM, dapat semakin meningkat,” ujar Endra.
Endra menyebut penataan ratusan pedagang di kawasan TBG juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pusat keramaian baru yang dapat dinikmati masyarakat.
Dengan lokasi yang berada di pusat aktivitas masyarakat, para pedagang diharapkan mendapatkan akses pengunjung yang lebih luas. Kondisi tersebut diharapkan turut meningkatkan transaksi dan pendapatan pelaku UMKM.
Penataan pedagang di kawasan TBG direncanakan tidak hanya berlangsung selama Dumai Festival Ceria. Aktivitas tersebut akan diterapkan secara konsisten setiap akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Dengan demikian, TBG diharapkan dapat menjadi salah satu pusat kuliner sekaligus ruang rekreasi keluarga masyarakat Dumai pada setiap akhir pekan.
Salah seorang pedagang kuliner, Ratna, menyambut baik penataan lokasi berjualan tersebut.
Menurutnya, area dalam TBG lebih ideal karena berada di kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat. Pedagang juga dapat berjualan dengan suasana yang lebih nyaman tanpa mengganggu arus lalu lintas.
“Kami senang akhirnya bisa dipindahkan ke dalam Taman Bukit Gelanggang. Karena lokasi di sini memang pusat keramaian dan dipadati pengunjung,” kata Ratna.
Hal senada disampaikan Jumari, pedagang bakso. Ia berharap penempatan UMKM di dalam kawasan TBG dapat memberikan dampak positif terhadap jumlah pembeli dan pendapatan pedagang.
Ia juga mengapresiasi penataan lokasi yang dinilai lebih rapi dan nyaman.
“Senang dan puas sekali setelah penataan ke dalam area Taman Bukit Gelanggang. Tempatnya lebih tertata rapi, pembeli lebih nyaman datang, dan kami pedagang juga lebih tenang berjualan. Suasananya lebih hidup, bersih, dan tertata. Terima kasih untuk Pemerintah Kota Dumai yang sudah memberikan tempat yang lebih layak,” ujar Jumari.
Dengan penataan tersebut, aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa harus menutup akses Jalan HR Soebrantas.
Masyarakat pun dapat menikmati kuliner dan hiburan di kawasan TBG, sementara pengguna jalan tetap dapat melintas dengan lebih lancar.
Pelaksanaan Dumai Festival Ceria diharapkan tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan perekonomian lokal Kota Dumai.
Pemanfaatan TBG sebagai pusat kegiatan akhir pekan juga diharapkan dapat menghidupkan para pedagang kuliner







