TOJO UNA UNA– Suasana bulan suci Ramadan yang penuh berkah biasanya diwarnai dengan kegembiraan dan persiapan menyambut hari kemenangan. Namun, bagi Kakek Amin Abusari (70), Ramadan tahun ini tetaplah sebuah perjuangan fisik yang memilukan di bawah terik matahari Kelurahan Muara Toba, Selasa (11/03/2026).
Dengan langkah yang mulai goyah, Kakek Amin terlihat masih setia mendorong gerobak tuanya. Mencari barang bekas adalah satu-satunya tumpuan hidupnya untuk sekadar mengisi perut diwaktu berbuka dan sahur.
Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni
Keadaan Kakek Amin kian menyayat hati saat menelusuri tempat tinggalnya. Bukan rumah yang nyaman, melainkan sebuah gubuk yang jauh dari kata layak.
Di dalam hunian sempit itu, pemandangan hanya dihiasi oleh tumpukan kardus kusam dan barang rongsokan hasil rongsokannya yang berserakan, menyisakan ruang yang sangat terbatas untuknya beristirahat.
Saat diwawancarai media, Kakek Amin berbicara dengan suara yang agak terputus-putus. Ia mengakui bahwa perhatian pemerintah sebenarnya telah sampai kepadanya.
“Selama ini saya sudah pernah menerima bantuan beras dan bantuan uang tunai PKH untuk lansia,” ungkapnya jujur.
Terhimpit Ekonomi Meski Memiliki Keluarga
Meski bantuan sosial telah ia terima, kondisi ekonomi yang berat dan usia senja membuatnya tetap harus turun ke jalan.
Kakek Amin sebenarnya memiliki tiga orang anak; dua di antaranya merantau ke luar daerah, sementara satu anaknya tinggal sekampung dengannya.
Namun, sang anak pun hidup dalam garis kemiskinan yang sama, sehingga tidak mampu menopang kebutuhan hidup sang ayah sepenuhnya.
Melihat kondisi tempat tinggal Kakek Amin yang sudah tidak manusiawi, pihak media langsung menghubungi pemerintah Kecamatan Ratolindo melalui sambungan telepon.
Media mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah konkret, tidak hanya sekadar bantuan rutin, tetapi juga perhatian terhadap kelayakan hunian orang tua tersebut.
Di sisa usianya, Kakek Amin hanya berharap bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang, meski harus bernaung di bawah atap gubuk yang dipenuhi tumpukan kardus dan barang sisa.
(Ahmad)






