PANGKALAN NYIRIH – Senin, 16 Maret 2026 bertepatan dengan 27 Ramadhan 1447 Hijriyah, Pemerintah Desa Pangkalan Nyirih melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan Jembatan Selat Morong Rupat. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan diprakarsai langsung oleh Kepala Desa Pangkalan Nyirih.
Gotong royong ini diikuti oleh perangkat desa dan staf Pemerintah Desa Pangkalan Nyirih yang bersama-sama turun ke lapangan untuk membersihkan badan jalan serta sepanjang area Jembatan Selat Morong Rupat.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan serta keselamatan pengguna jalan yang melintas di jembatan tersebut.
Kepala Desa Pangkalan Nyirih, Mursalin, S.Pd.I, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya kepada seluruh perangkat dan staf desa agar tetap semangat dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, sekaligus tetap aktif dalam menjalankan kegiatan pemerintahan desa.
Jembatan selat morong rupat merupakan urat nadi Diharapkan dishub agar cepat bertindak untuk langsung turun ke lokasi, jika putus jamatan ini maka lumpuh total aktivitas dan berakibat ekonomi melonjak tinggi.
Senin, 16 Maret 2026 bertepatan dengan 27 Ramadhan 1447 Hijriyah, Pemerintah Desa Pangkalan Nyirih melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan Jembatan Selat Morong Rupat. Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan diprakarsai langsung oleh Kepala Desa Pangkalan Nyirih.
Gotong royong ini diikuti oleh perangkat desa dan staf Pemerintah Desa Pangkalan Nyirih yang bersama-sama turun ke lapangan untuk membersihkan badan jalan serta sepanjang area Jembatan Selat Morong Rupat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan serta keselamatan pengguna jalan yang melintas di jembatan tersebut.
Kepala Desa Pangkalan Nyirih, Mursalin, S.Pd.I, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya kepada seluruh perangkat dan staf desa agar tetap semangat dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, sekaligus tetap aktif dalam menjalankan kegiatan pemerintahan desa.
Beliau juga menyampaikan bahwa walaupun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai gaji dan THR, hal tersebut tidak mengurangi semangat perangkat desa untuk terus melaksanakan kegiatan pelayanan dan pembangunan desa, termasuk kegiatan gotong royong yang dilaksanakan pada hari ini.
Selain melaksanakan pembersihan, para peserta gotong royong juga mencermati kondisi Jembatan Selat Morong yang saat ini dirasakan semakin kuat bergoyang ketika dilalui kendaraan.
Hal ini menjadi perhatian bersama mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis melalui Surat Nomor 551/DISHUB-APM/III/2026/06 tanggal 9 Maret 2026 tentang pemberitahuan pembatasan tonase kendaraan di Jembatan Selat Morong Rupat yang ditujukan kepada Camat Rupat dan Camat Rupat Utara, telah menghimbau agar kendaraan yang melintas tidak melebihi tonase 3 ton. Pembatasan ini dilakukan karena sebagian struktur jembatan saat ini tidak dalam kondisi yang baik.
Pembatasan tonase tersebut merupakan langkah antisipasi agar jembatan tidak mengalami kerusakan yang lebih parah atau bahkan roboh, sambil menunggu pelaksanaan rehabilitasi Jembatan Selat Morong oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bengkalis.
Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah menghimbau kepada seluruh pihak agar dapat mematuhi ketentuan yang telah disampaikan, di antaranya:
1. Mensosialisasikan pembatasan tonase kendaraan kepada seluruh perusahaan, khususnya perusahaan perkebunan dan angkutan barang.
2. Menyampaikan informasi ini kepada para Kepala Desa/Lurah dan masyarakat.
3. Menghimbau kepada para pemilik kendaraan agar mematuhi pembatasan tonase maksimal 3 ton saat melintasi Jembatan Selat Morong.
Melalui kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian bersama terhadap kondisi fasilitas umum serta menjaga keselamatan masyarakat yang menggunakan Jembatan Selat Morong sebagai akses transportasi utama di wilayah Rupat.
(Marhisam)






