DUMAI – Sejarah perjalanan Kota Dumai tidak hanya tersimpan dalam catatan pembangunan dan perkembangan industri modern. Di balik pesatnya pertumbuhan kota yang kini dikenal sebagai salah satu kawasan industri dan pelabuhan strategis di Provinsi Riau, terdapat jejak peradaban lama yang menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat Dumai.
Hal tersebut kembali diingatkan Arif Tera dalam prosesi pelantikan IPTD. Ia mengajak masyarakat untuk menelisik kembali sejarah yang mulai terlupakan, khususnya mengenai kawasan yang disebutnya sebagai salah satu muara atau titik mula berkembangnya kehidupan masyarakat Dumai.
Salah satu kawasan tersebut adalah Jalan Teratai, Kelurahan Dumai Kota, Kecamatan Dumai Kota.
Jalan Teratai bukan sekadar ruas jalan di kawasan permukiman lama. Kawasan ini menyimpan jejak kehidupan masyarakat Melayu pesisir yang sejak dahulu menggantungkan aktivitas sosial dan ekonominya pada jalur perairan.
Letaknya yang berhadapan dengan Selat Rupat menjadikan kawasan pesisir Dumai sebagai ruang pertemuan masyarakat dari berbagai daerah. Pedagang, nelayan dan para pendatang berinteraksi melalui jalur laut, membawa serta barang dagangan, tradisi, bahasa dan kebudayaan masing-masing.
Dari interaksi tersebut, kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat perlahan berkembang. Rumah-rumah panggung khas masyarakat pesisir menjadi bagian dari wajah kawasan, sementara aktivitas perdagangan dan perikanan ikut membentuk denyut kehidupan masyarakat tempo dulu.
Sebelum jaringan jalan modern berkembang seperti sekarang, kawasan pesisir Dumai memiliki peran penting sebagai jalur mobilitas masyarakat.
Aktivitas perdagangan menjadi salah satu penggerak kehidupan ekonomi. Hasil laut, hasil bumi dan berbagai komoditas dari luar daerah dipertukarkan melalui jalur perairan yang menghubungkan Dumai dengan wilayah lainnya.
Pada saat yang sama, pergerakan masyarakat dari berbagai latar belakang turut membentuk karakter Dumai sebagai kota yang terbuka terhadap keberagaman.
Pertemuan berbagai kelompok masyarakat tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan sosial dan budaya Dumai yang terus berkembang hingga saat ini.
Perjalanan Dumai dari kawasan permukiman pesisir hingga menjadi kota industri tidak berlangsung dalam waktu singkat.
Perkembangan administrasi dan pertumbuhan ekonomi secara bertahap mengubah wajah kota. Dumai kemudian berkembang menjadi Kota Administratif pada 1979 dan selanjutnya resmi menjadi Kotamadya pada 1999.
Masuknya industri minyak bumi, perkebunan kelapa sawit, perdagangan serta aktivitas kepelabuhanan semakin mempercepat pertumbuhan wilayah.
Namun, di tengah perubahan tersebut, kawasan Dumai Kota tetap memiliki posisi penting dalam narasi sejarah perkembangan kota. Jalan Teratai menjadi salah satu ruang yang mengingatkan bahwa pertumbuhan Dumai berawal dari kehidupan masyarakat pesisir yang bertumpu pada laut dan aktivitas perdagangan.
Bagi Arif Tera, kemajuan kota seharusnya tidak membuat masyarakat melupakan akar sejarahnya.
Memahami sejarah kawasan seperti Jalan Teratai bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi cara untuk memahami bagaimana masyarakat Dumai membangun kehidupan, beradaptasi dengan perubahan dan menerima perkembangan dari masa ke masa.
Dari kawasan pesisir yang sederhana, Dumai tumbuh menjadi kota dengan aktivitas industri, perdagangan dan kepelabuhanan yang memiliki posisi strategis.
Karena itu, jejak sejarah di kawasan lama perlu dirawat sebagai bagian dari identitas kota. Modernisasi tidak harus menghapus ingatan kolektif masyarakat terhadap tempat-tempat yang menjadi saksi perjalanan Dumai.
Kini, Jalan Teratai berada di tengah denyut aktivitas perkotaan yang semakin berkembang. Namun, di balik perubahan fisik kawasan, tersimpan cerita panjang tentang bagaimana kehidupan masyarakat pesisir menjadi salah satu fondasi terbentuknya Kota Dumai.
Menyusuri Jalan Teratai berarti menelusuri kembali salah satu bagian dari perjalanan panjang tersebut—dari kampung pesisir, berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat, hingga akhirnya menjadi bagian dari kota modern yang terus bergerak maju.
Sejarah itu mungkin sederhana, tetapi dari kesederhanaan itulah sebuah peradaban tumbuh. Dan bagi Dumai, mengingat kembali muara sejarah tersebut menjadi penting agar kemajuan hari ini tetap memiliki akar yang kuat.







