DUMAI – SMK Negeri 4 Dumai terus memperkuat pendidikan vokasi berbasis praktik dan kebutuhan industri. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian fasilitas greenhouse budidaya hidroponik pada 27 Agustus 2026, yang dirancang sebagai sarana pembelajaran pertanian modern sekaligus ruang pengembangan kreativitas dan kompetensi siswa.
Peresmian fasilitas tersebut turut dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara SMKN 4 Dumai, PT Ivo Mas Tunggal Lubuk Gaung, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Riau, pihak manajemen perusahaan, perangkat kelurahan, hingga Ketua RT setempat.
Kerja sama multipihak tersebut diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri (link and match), khususnya dalam menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai perkembangan sektor agribisnis modern.
Dukungan PT Ivo Mas Tunggal bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas difokuskan pada pengembangan kompetensi siswa, terutama pada bidang Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan Agribisnis Tanaman.

Tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, program ini juga membawa pesan mengenai pentingnya penerapan pertanian yang ramah lingkungan melalui konsep Eco-Green.
Dengan keberadaan greenhouse hidroponik, siswa tidak sekadar memperoleh teori di ruang kelas, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi pertanian modern diterapkan, dikelola, hingga menghasilkan produk.
Deputy General Manager PT Ivo Mas Tunggal, Paulus Lidi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap pengembangan kapasitas generasi muda.
Menurutnya, fasilitas hidroponik diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar sekaligus mengembangkan kreativitas dalam mengenal teknologi pertanian yang berkelanjutan.
“Kami berharap fasilitas hidroponik ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh para siswa sebagai wadah untuk berkreasi, belajar, serta mengenal potensi pertanian modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberadaan fasilitas diharapkan tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi terus dikembangkan menjadi bagian dari proses pembelajaran dan produktivitas siswa.
Kepala SMK Negeri 4 Dumai, Miftahul Jannah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan melalui program tersebut.
Ia menilai instalasi hidroponik dapat memperkaya metode pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman praktik langsung kepada peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan. Fasilitas ini dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi siswa sekaligus mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memiliki keterampilan dalam bidang pertanian modern,” ungkapnya.
Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi karena siswa dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung.
Usai prosesi penandatanganan dokumen kerja sama, para tamu undangan melakukan peninjauan langsung ke fasilitas greenhouse hidroponik yang dikembangkan di lingkungan SMKN 4 Dumai.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian souvenir berupa sayuran segar hasil panen perdana siswa kepada perwakilan PT Ivo Mas Tunggal, Yayasan Buddha Tzu Chi, Dinas Pendidikan, Lurah, serta Ketua RT.
Panen perdana tersebut menjadi simbol bahwa fasilitas yang dibangun bukan sekadar infrastruktur pendukung pembelajaran, tetapi telah mulai menghasilkan produk yang dikelola melalui proses budidaya oleh para siswa.
Kedepan, keberlanjutan program menjadi kunci. Fasilitas hidroponik tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi laboratorium praktik agribisnis yang produktif, sekaligus menjadi ruang bagi siswa SMKN 4 Dumai untuk mengasah keterampilan, inovasi, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kolaborasi antara sekolah, dunia industri, dan lembaga sosial ini pada akhirnya diharapkan dapat memperkuat kesiapan generasi muda Dumai menghadapi kebutuhan industri agribisnis yang semakin dinamis dan berbasis teknologi.







