Izin Amdal PT PGN Diragukan

- Penulis

Selasa, 14 Maret 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribun Riau, DUMAI- Melihat dan menganalisa hasil pekerjaan dari penggalian pipa gas yang dilakukan oleh kontraktor PT Tegma Engenering di wilayah perkotaan/penduduk, mendapat sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Peduli Pembangunan Masyarakat Riau (LSM FP2MR) yang menduga ada kejanggalan terhadap penerapan SOP dari Amdal yang dimiliki PT PGN.

“Kami melihat adanya kejanggalan terhadap SOP penerapan dari Izin Amdal dilapangan yang dimiliki PT PGN. Lihat dan perhatikan lokasi penggalian, banyak terjadi salah prosedur Amdal. Dan kejadian ini hampir terjadi di sepanjang pipa yang ditanam itu,” terang Ketua LSM Forum Peduli Pembangunan Masyarakat Riau (FP2MR) Kota Dumai, Rudi Bambang S.Hi kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Selasa (14/3/17).

Menurutnya, pekerjaan penggalian ruas jalan yang diperuntukkan untuk menimbun pipa gas itu terlihat jelas salah prosedur dalam penerapan Amdal yang dikeluarkan oleh lembaga Lingkungan Hidup.

Pasalnya, masih kata Rudi, tumpukan tanah bekas galian dari pekerjaan PT PGN itu dibiarkan menumpuk di sepanjang jalan. Padahal sesuai aturan Amdal, kondisi itu tidak dibenarkan.

“Kami heran dan muncul tanda tanya, mengapa PT PGN dapat mengantongi izin Amdal? Jika mengikuti Standard Operasi Prosedur (SOP) pekerjaan penggalian, harusnya tumpukan tanah dialokasir ke tempat lokasi penimbunan yang disediakan oleh PT PGN. Namun tumpukan tanah bekas galian dibiarkan berserakan dan menumpuk di jalan tersebut. Ini kesalahan fatal yang dilakukan PT PGN,” tegasnya.

Dikatakannya lagi, jika udara sedang panas, maka debu di jalan bekas galian tentunya akan menggangu, baik masyarakat tempatan maupun pengguna jalan.

“Kita perhatikan hampir sepanjang jalan tanah tumpukan berserakan, jika hujan turun jalan terlihat berlumpur, jika panas, jalan akan berdebu serta berapa banyak tanaman di pinggir jalan habis dan rusak oleh aktifitas pekerjaan disana,” ujar Rudi yang pernah mengikuti Diklat Amdal yang dilaksanakan oleh KLH di Jakarta. (ed)

Berita Terkait

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolsek Rupat Utara Hadiri Penanaman Jagung Pipil di Desa Kadur
Dinas PU Dumai Turun ke Jalan, Bersihkan Sampah dan Drainase di Bukit Datuk Lama
Kabut Asap Menebal, PAC GRIB Jaya Dumai Timur Dibagikan 2.000 Masker ke Pengendara
Asap Tebal Menyelimuti Dumai, Satlantas Polres Dumai Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Masker
Kualitas Udara Dumai Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada Kabut Asap
Asap Tebal Selimuti Dumai, Kota Seolah Masuk “Alam Bunian”
Wali Kota, Dinas Pendidikan, DLH dan DPRD Dumai Didesak Bergerak Cepat Lindungi Warga dan Anak Sekolah
Peringatan Bulan PRB, TNI dan Stakeholder Tanam Mangrove di Dumai, Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolsek Rupat Utara Hadiri Penanaman Jagung Pipil di Desa Kadur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Dinas PU Dumai Turun ke Jalan, Bersihkan Sampah dan Drainase di Bukit Datuk Lama

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Kabut Asap Menebal, PAC GRIB Jaya Dumai Timur Dibagikan 2.000 Masker ke Pengendara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Asap Tebal Menyelimuti Dumai, Satlantas Polres Dumai Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Masker

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kualitas Udara Dumai Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada Kabut Asap

Berita Terbaru