ket foto : Hasrizal
DUMAI – Musyawarah Daerah (Musda) serentak Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Riau yang digelar secara daring pada Sabtu, (29/11/2025). Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN menetapkan 10 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN serta formatur Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau untuk periode 2025-2030.
Sedangkan untuk Ketua DPD dan tim formatur Kabupaten Siak dan Kota Pekanbaru, mengutip perkataan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan akan diserahkan kepada kader PAN di daerahnya masing-masing.
Untuk Siak, Zulkifli Hasan menyerahkan kepada mantan Ketua DPW PAN Riau Alfedri. Sedangkan DPD Kota Pekanbaru, nama-nama calon dari semua anggota DPRD Kota Pekanbaru ditambah Mohammad Fadel Variza, anggota DPRD Riau.
“Nama-nama calon formatur, kita serahkan kepada Pak Alfedri untuk menetapkan yang di Siak, karena beliau yang punya daerah, sedangkan untuk formatur DPD Kota Pekanbaru, nama-nama calon dari semua anggota DPRD Kota Pekanbaru ditambah Mohammad Fadel Variza, anggota DPRD Riau,” ujar Zulkifli Hasan bacakan putusan saat dering.
Dari 10 Ketua DPD PAN se-Provinsi Riau periode 2025-2030 yang ditetapkan DPP PAN dalam Musda serentak. Sosok Hasrizal menarik perhatian awak media, namanya tidak tercantum lagi sebagai Ketua DPD PAN Kota Dumai untuk periode 2025-2030.
Berikut 10 senarai nama-nama Ketua DPD PAN se-Provinsi Riau periode 2025-2030 yang ditetapkan DPP PAN dalam Musda serentak, Sabtu (29/11)
Ketua DPD PAN Kabupaten Kampar: Zulpan Azmi
Ketua DPD PAN Kabupaten Pelalawan: Muhammad Bakri
Ketua DPD PAN Kabupaten Kuantan Singingi : Komperensi
Ketua DPD PAN Kabupaten Indragiri Hulu : Rahu Adi Guraha
Ketua DPD PAN Kabupaten Indragiri Hilir : Buono Abdi
Ketua DPD Kep. Kabupaten Meranti : Ardiansyah
Ketua DPD PAN Kabupaten Bengkalis : Syaiful Ardi
Ketua DPD PAN Kota Dumai: Sunaryo
Ketua DPD PAN Kabupaten Rokan Hilir : Amansyah
Ketua DPD PAN Kabupaten Rokan Hulu : Ayatullah Khomaini.
Mengutip dari laman beberapa media online, dr H Sunaryo mantan Wakil Wali Kota Dumai yang terpilih untuk menerajui PAN Kota Dumai lima tahun berikutnya.
Lengsernya Hasrizal dari Ketua DPD PAN Kota Dumai tentu mengagetkan banyak pihak. Karena selama ini politisi kawakan itu telah bertungkus-lumus membesarkan PAN di Kota Pesisir ini.
Beliau di kenal dengan sikap tegasnya sebagai perwakilan rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Dumai. Tidak peduli siapapun akan tersinggung dengan sepak-terjangnya namun jika telah berbicara untuk orang banyak apapun resiko akan dihadapi.
Hal itu dibuktikan sehari sebelumnya, Hasrizal mengkritisi koleganya sesama Legislator saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Dumai bersama Gerakan Masyarakat Peduli Pembangunan-Kota Dumai (GMPP-KD). Prihatin dengan perilaku Legislator lainnya, setiap ada rapat banyak yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas.
Perkataan Hasrizal terbukti karena saat RDP membahas dampak dari kegiatan penanaman kabel optik dan jaringan pipa bawah tanah. Hanya 6 anggota DPRD yang hadir dan mirisnya RDP tersebut lintas Komisi. Jika ditotal jumlah anggota DPRD Dumai dari Komisi II dan III berjumlah lebih dari 20 orang.
Info dari sumber dalam akibat Hasrizal “ngamuk” saat RDP mengakibatkan kehebohan di internal DPRD Dumai. Karena apa yang disampaikan Hasrizal membuka bobroknya perilaku sebahagian rekan sejawatnya. Ada kemungkinan kehebohan itu seakan “menelanjangi secara vulgar” apa yang selama ini disorot banyak pihak.
Namun ketika seorang Hasrizal yang notabene bagian dari pihak yang kerap disorot. Secara langsung dan terbuka, bahkan menantang awak media untuk mempublikasikan. Tentunya selama ini tindak-tanduk dan perilaku anggota DPRD begitu sulit terpantau dan kurang terekspos ke permukaan. Namun ketika pengakuan disampaikan langsung oleh Hasrizal maka semuanya menjadi terdedah ke publik dan tinggal publik melakukan penilaian sesuai interpretasinya.
Kembali kepada Hasrizal, bahwa ke depannya tidak lagi menjadi Ketua DPD PAN Kota Dumai. Bagaimana sikap dan sepak terjangnya sebagai perwakilan rakyat di Parlemen.
Apakah menjadi kendor atau tetap dengan sikap semula jadinya. Tegas, keras dan tidak ada kompromi jika telah menyangkut kepentingan masyarakat.
Tentunya hanya waktu yang bisa membuktikan dan sepertinya kisah ini akan tambah menarik pada masa mendatang.
Editor : Feri Windria
Sumber : Riauperistiwa.co.id






