LPPD Menyatakan Dukungan Penuh Terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Untuk Tetap Berada di Bawah Presiden Republik Indonesia.

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Sikap ini merupakan bentuk komitmen pemuda dalam menjaga stabilitas nasional, supremasi hukum, serta memperkuat sistem ketatanegaraan yang berlandaskan konstitusi.

Ketua LPPD, Agung Gumilang, S.A.P menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan amanat sistem pemerintahan yang bertujuan menciptakan kejelasan komando, pengawasan yang efektif, serta akuntabilitas langsung kepada rakyat melalui Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Dengan struktur tersebut, Polri dapat menjalankan tugasnya secara profesional, independen, dan fokus pada kepentingan bangsa dan negara.

Ia juga menjelaskan sejumlah manfaat dan keuntungan strategis apabila Polri tetap berada di bawah Presiden, antara lain:

1. Menjaga stabilitas keamanan nasional, karena koordinasi kebijakan keamanan berada dalam satu kendali nasional.

2. Meningkatkan efektivitas penegakan hukum, selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

3. Menjamin netralitas Polri, sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan kelompok atau tekanan politik tertentu.

4. Memperkuat reformasi institusi Polri, melalui pengawasan langsung Presiden untuk mendorong profesionalisme, transparansi, dan pelayanan publik yang humanis.

5. Mempercepat pengambilan keputusan dalam situasi darurat, baik terkait keamanan, bencana, maupun krisis nasional lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agung Gumilang, S.A.P. menyampaikan himbauan dan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga persatuan dan mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden.

Ia mengajak masyarakat luas, Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Kemahasiswa (ORMAWA), Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS), Paguyuban, serta seluruh bentuk Organisasi di Indonesia agar bersatu dan tidak terpecah oleh perbedaan kepentingan.

“Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan bangsa. Mari kita dukung Polri agar tetap profesional, presisi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat, serta berada dalam satu garis komando nasional di bawah Presiden Republik Indonesia,” ujar Agung Gumilang, S.A.P.

Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut bukan hanya untuk institusi Polri, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), demi terciptanya Indonesia yang aman, damai, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat.

Berita Terkait

DPRD dan Pemko Dumai Bersinergi Perjuangkan Sekolah Nasional Terintegeritas demi Meningkatkan Mutu Pendidikan
KPU Kota Dumai Audiensi ke Kejaksaan Negeri Dumai dalam Rangka Tindak Lanjut Kerja Sama
Kejari Dumai Usut Dugaan Korupsi Anggaran Distrik Navigasi, 20 Orang Diperiksa
Tim Tiga Konsolidasi Diberi Mandat Siapkan Muscablub PJS Tojo Una-Una, Kevakuman Organisasi Segera Diakhiri
Foto Salah, Nama Bupati dan Wakil Bupati Disebut: Warga Tojo Una-Una Pertanyakan Profesionalisme Pemberitaan 
Kapolda Riau Tingkatkan Kompetensi Polwan Lewat Pelatihan Public Speaking
Polsek Sungai Sembilan Ungkap Kasus Pencurian, Pelaku dan Barang Bukti Berhasil Diamankan
Berikan Pelayanan Humanis Kepada Masyarakat Pesisir, Polres Dumai Laksanakan Program Jelajah Riau Untuk Rakyat (JALUR) 
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:03 WIB

DPRD dan Pemko Dumai Bersinergi Perjuangkan Sekolah Nasional Terintegeritas demi Meningkatkan Mutu Pendidikan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:17 WIB

KPU Kota Dumai Audiensi ke Kejaksaan Negeri Dumai dalam Rangka Tindak Lanjut Kerja Sama

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Kejari Dumai Usut Dugaan Korupsi Anggaran Distrik Navigasi, 20 Orang Diperiksa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Tim Tiga Konsolidasi Diberi Mandat Siapkan Muscablub PJS Tojo Una-Una, Kevakuman Organisasi Segera Diakhiri

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Foto Salah, Nama Bupati dan Wakil Bupati Disebut: Warga Tojo Una-Una Pertanyakan Profesionalisme Pemberitaan 

Berita Terbaru