Diduga Ada Mafia Lahan di Balik Kebakaran Di Hutan Samak Desa Titi Akar

- Penulis

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKALIS — Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Samak, Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, menjadi sorotan publik. Aparat kepolisian didesak untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum mafia lahan dalam peristiwa tersebut.

Sejumlah warga setempat yang enggan disebutkan namanya meminta kepada dinas DLHK dan APH agar melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan.

Mereka menduga kebakaran tersebut bukan semata faktor alam, melainkan berkaitan dengan upaya pembukaan dan penguasaan lahan secara ilegal.

Peristiwa ini bermula dari terdeteksinya titik panas (hotspot) melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning pada 11 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di Dusun Hutan Samak, Desa Titi Akar.

Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan kebakaran untuk membuka lahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi kebakaran berada di kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) dan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Hasil koordinasi dengan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) menyebutkan bahwa area tersebut merupakan kawasan hutan negara.

Mafia lahan diduga menguasai lahan (HPK/HPT)ini menguatkan dugaan adanya praktik penguasaan lahan negara secara ilegal.

Tidak hanya itu, sebagian kawasan hutan tersebut dilaporkan telah disulap menjadi kebun kelapa sawit.

Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ratusan hektare, yang semakin memperkuat indikasi adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran untuk kepentingan penguasaan lahan.

Jika terbukti, para pelaku dapat dijerat dengan pasal-pasal terkait perambahan dan pembakaran hutan sebagaimana diatur dalam undang-undang kehutanan dan perlindungan lingkungan hidup, dengan ancaman pidana yang berat.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas tanpa pandang bulu, serta mengusut kemungkinan keterlibatan oknum pengusaha maupun mafia lahan yang selama ini diduga belum tersentuh hukum.

Berita Terkait

Video Viral Bongkar Kumuhnya Pelabuhan RoRo Dumai, Kritik Boleh Tapi Bahaya Jika Salah Sasaran
Kapolsek KSKP Dumai Bersama Personil Melakukan Pengecekan Tanaman Jagung Bersama Kelompok Tani Tuah Brata Pangan
Warga Malaysia Kibarkan Bendera Merah Putih, Minta Gabung ke RI
Polres Dumai Gelar Upacara Khidmat dan Teguhkan Semangat Persatuan Peringati Hari Lahir Pancasila 2026
Enam Warga Binaan Rutan Dumai Terima Remisi Khusus Hari Raya Waisak
Rutan Dumai Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
PT Pelabuhan Dumai Berseri Mengucapkam Selamat Hari Lahir Pancasila 2026 Usung Semangat Persatuan dan Damai
Sat Reskrim Polres Dumai Gelar Sosialisasi KUHAP Bersama PPNS lintas Instansi Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum
Tag :

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:12 WIB

Video Viral Bongkar Kumuhnya Pelabuhan RoRo Dumai, Kritik Boleh Tapi Bahaya Jika Salah Sasaran

Senin, 1 Juni 2026 - 07:13 WIB

Kapolsek KSKP Dumai Bersama Personil Melakukan Pengecekan Tanaman Jagung Bersama Kelompok Tani Tuah Brata Pangan

Senin, 1 Juni 2026 - 06:32 WIB

Warga Malaysia Kibarkan Bendera Merah Putih, Minta Gabung ke RI

Senin, 1 Juni 2026 - 06:20 WIB

Polres Dumai Gelar Upacara Khidmat dan Teguhkan Semangat Persatuan Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 06:16 WIB

Enam Warga Binaan Rutan Dumai Terima Remisi Khusus Hari Raya Waisak

Berita Terbaru