PADANG LAWAS – Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Domino Pengurus Cabang Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) tahun 2026 Kabupaten Padang Lawas resmi berakhir pada Minggu, (19/4/26) bertempat di Warkop Kawan Lama Desa Sibuhuan julu, Kecamatan Barumun dengan sukses besar.
Kejurcab ini menonjolkan domino sebagai mind sport yang sportif. Kejurcab ini berfokus pada keahlian, menghapus stigma judi, dan didorong untuk diadakan lebih masif lagi, diikuti 16 tim.
Ajang yang diinisiasi oleh ORADO Padang Lawas tersebut memperebutkan hadiah Gembira, sekaligus menegaskan posisi domino sebagai olahraga pikiran (mind sport) yang kian berkembang di Indonesia (Berita Indonesia).
Berbeda dari citra permainan kasual, turnamen ini menerapkan sistem kompetisi yang profesional. Proses registrasi hingga verifikasi peserta dilakukan secara ketat, termasuk penerapan prinsip 4N+1T: No Judi, No Alkohol, No Narkoba, No Smoking, dan Tertib Ibadah.
Ketua ORADO Padang Lawas, Pebri Angga Barumun SH menegaskan bahwa upaya ini menjadi bagian dari transformasi citra domino.
Tournament ini bertujuan untuk merekrut Atlet Domino Padang Lawas bertanding di KEJURPROV di Medan dan yang mendapatkan Juara akan bertanding di Kejurnas di Bogor – Jawa Barat.
“Domino di bawah ORADO Padang Lawas bukan judi, melainkan ajang silaturahmi, juga menepis stigma negatif domino ini judi, Alhamdulillah MUI Pusat sudah mengeluarkan Surat Edaran bahwasanya Domino “halal”.
Kepada seluruh juara selamat dan sukses, jangan merasa diatas angin, mari terus berlatih dan mengasah kemampuan dengan lebih baik lagi, tetap semangat dan jadilah Juara Sejati.
Kesuksesan Kejurcab mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Padang Lawas dan Pengurus KONI Padang Lawas.
Sebelumnya saat Pengurus ORADO Padang Lawas melakukan silaturrahmi dengan Bupati Padang Lawas Putra Mahkota Alam Hasibuan SE (PMA), Bupati PMA berpesan agar ajang serupa digelar dengan skala yang lebih besar ke depan.
“Saya minta ORADO Padang Lawas untuk menyelenggarakan acara yang lebih besar dari event yang sekarang ini,” ujarnya singkat.
Sementara, Ketua KONI H.Ali Syahbana Daulay, menilai domino memiliki potensi besar sebagai cabang olahraga prestasi.
“Olahraga ini membutuhkan kemampuan yang setara dengan catur dan bridge,” katanya.
Selain kompetisi, kejurcab ini juga berdampak pada sektor ekonomi lokal. Kehadiran peserta dari berbagai daerah meningkatkan okupansi hotel serta menggerakkan pelaku UMKM di sekitar lokasi acara, pungkasnya.






